Home » Kondisi Umat » Bangunan Bersejarah di Maroko Alami Kerusakan Parah Akibat Gempa
MARRAKESH, MOROCCO - SEPTEMBER 14: Tinmal Mosque, a 12th century structure and a remarkable example of Almohad architecture, is damaged severely after the earthquake in Tinmel district of Marrakesh, Morocco on September 14, 2023. The mosque was in the Tentative List of potential UNESCO World Heritage Sites. ( Hicham Rachidi - Anadolu Agency )

Bangunan Bersejarah di Maroko Alami Kerusakan Parah Akibat Gempa

Selain merenggut ribuan nyawa, gempa mematikan yang melanda Maroko pada tanggal 8 September menyebabkan kerusakan parah di banyak kota, termasuk beberapa masjid dan situs warisan budaya yang berusia hampir satu milenium, Anadolu Agency melaporkan.

Pekerjaan penilaian kerusakan telah dimulai di banyak wilayah, terutama di Marrakesh, yang merupakan ibu kota negara Maroko selama berabad-abad dan juga masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Hassan Taouchikht dari Institut Arkeologi dan Warisan Nasional mengatakan kepada Anadolu bahwa gempa tersebut dianggap sebagai bencana besar karena tidak hanya berdampak pada manusia, hewan, dan rumah tetapi juga merusak monumen perkotaan dan bersejarah.

Artefak-artefak tersebut dapat digolongkan menjadi tiga kategori yaitu warisan kemanusiaan, warisan dunia Islam, dan warisan nasional yang artinya telah terdaftar sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO., kata Taouchikht.

“Semua artefak yang terkena dampak dan hancur sebagian atau seluruhnya merupakan kerugian sejarah dan arkeologi,” ujarnya. “Kata-kata tidak cukup untuk menggambarkan kerugian ini.”

Maroko dilanda gempa bumi berkekuatan 7 pada tanggal 8 September, menewaskan hampir 3.000 orang dan melukai ribuan lainnya, menurut angka resmi.

Marrakesh, 72 kilometer (45 mil) dari pusat gempa, gempa terkuat di Maroko dalam satu abad, mengalami beberapa kerusakan di kawasan kuno Madinah.

Memperhatikan perlunya memulihkan, memelihara dan meningkatkan bangunan bersejarah ini agar terus menjadi saksi kemegahan peradaban Maroko, Taouchikht meminta UNESCO untuk mengirimkan delegasi ke wilayah tersebut untuk menentukan tingkat kehancuran, untuk campur tangan dan mengambil tanggung jawab mengatasi situasi tersebut.

Menurut Taouchikht, pemerintah Maroko juga harus melakukan restorasi situs warisan budaya di wilayah Taroudant, Ouarzazate dan Chichaoua.

Mengingat sulitnya penilaian kerusakan akibat banyaknya monumen bersejarah tersebut, dia mengatakan bangunan bersejarah penting warisan nasional juga terkena dampak gempa tersebut. Bangunan-bangunan penting ini perlu dipulihkan, katanya.[fq/anadolu]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: