Tinggal di daerah yang terkenal dengan perdagangan narkoba, seorang pelatih tinju Muslim mengubah kehidupan remaja di sasananya di Bolton, mengeluarkan mereka dari jalanan dan mendidik mereka tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
Rasib Muhammad, 44, bergabung dengan Premier Boxing Club 11 tahun lalu sebagai pelatih. Sekarang, klub tersebut memiliki 60 anggota, lapor Asian Image .
“Saya mengajar tinju untuk anak-anak antara usia enam hingga 12 tahun. Saya juga mengajar remaja dan dewasa. Klub tinju adalah platform tempat kami mempromosikan pendidikan kepada anggota kami tua dan muda, ”kata Rasib.
“Kami juga mengajari mereka disiplin dan memberikan nasihat tentang kehidupan dan mendorong mereka untuk menjauhi narkoba dan alkohol serta segala sesuatu yang tidak baik untuk kesehatan fisik dan mental.
“Gym terbuka untuk semua orang, bukan hanya komunitas Asia atau Muslim. Ini terbuka untuk setiap orang dari setiap jalan kehidupan.
“Saya bukan hanya seorang pelatih tetapi juga sosok ayah dan teman bagi murid-murid saya.”
Haugh adalah daerah terkenal di Bolton hingga saat ini karena pekerjaan yang dilakukan oleh Rasib dan lainnya yang berkampanye di masyarakat secara sukarela.
“Karena pekerjaan kami, kekerasan dan penyalahgunaan narkoba telah menurun. Ini sedikit tenang selama beberapa tahun terakhir, ”kata Rasib.
“Banyak pemuda di daerah ini yang sekarang lebih tertarik pada pendidikan dan memulai usaha. Perubahan tidak hanya terjadi di area Haugh tetapi sebenarnya di semua area Bolton.
Karena semangat dan dedikasi Rasib, tiga anggota klub memeluk Islam selama beberapa bulan terakhir.
Fabio Walsh atau Muhammad, demikian dia sekarang dikenal, memeluk Islam enam bulan lalu, dan dia telah bertinju selama dua tahun terakhir.
“Sebelum bertinju, saya salah jalan dengan orang-orang yang membuang-buang waktu setiap hari dengan merokok, minum, dan berpesta. Saya fokus pada perempuan dan hal-hal seperti itu, ”kata Fabio.
“Saya selalu memiliki kakak laki-laki saya yang menjaga saya ketika dia bisa, tetapi dia tidak bisa menjaga saya siang dan malam jadi saya akan tetap melakukan hal-hal yang tidak seharusnya saya lakukan.
“Ibuku melihat perilakuku yang buruk di sekolah jadi dia menyuruhku pergi bertinju dengan kakakku, tapi aku benci latihan.
“Saya tidak memiliki tujuan apapun dalam hidup saya dan mulai melalui tahapan kesedihan.”
Pendekatan Muslim terhadap olahraga seringkali ditentukan oleh faktor agama, budaya, dan etnis.
Secara umum, Islam mempromosikan kesehatan dan kebugaran yang baik dan mendorong pria dan wanita untuk terlibat dalam aktivitas fisik untuk menjaga gaya hidup sehat.[fq/aboutislam]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran