Para orang tua dan advokat Muslim di Waterbury, Connecticut, meminta distrik sekolah umum untuk mengakui hari libur keagamaan agar mengizinkan anak-anak mereka bisa merayakan hari raya keagamaan bersama keluarga.
“Kami ingin pengakuan untuk liburan kami, sehingga keluarga dan teman-teman kami tidak lagi merasa tidak terlihat di dalam tembok sekolah kami,” kata Fahd Syed, Wakil Ketua Komisi Hak Asasi Manusia Kota Waterbury, Fox 61 melaporkan .
Idul Fitri dan Idul Adha adalah dua perayaan Islam yang paling penting.
Kalender Hijriah Islam adalah bulan, sehingga perayaan Idul Fitri dan Idul Adha berputar sepanjang musim.
Advokat di Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) cabang Connecticut meminta agar dua hari raya Islam dijadwalkan sebagai hari libur resmi.
“Mengikuti distrik sekolah lain di sekitar negara bagian Connecticut, Waterbury telah melihat pertumbuhan yang signifikan dalam populasi Muslim yang beragam yang mencakup orang Latin, Afrika Amerika, Pakistan, India, Arab, Albania, dan lainnya,” kata Jawad Ashraf, Sekretaris Budaya Islam Waterbury. Tengah.
“Karena volumenya yang besar, para siswa Muslim sering menyuarakan bahwa mengakui hari raya keagamaan mereka adalah langkah penting untuk memberi mereka rasa inklusi dan kesetaraan dengan orang lain,” tambahnya.
Semakin banyak distrik sekolah Amerika mulai mengakui hari libur Muslim.
Pada tahun 2021, Lewiston Maine menambahkan hari libur Islam ke kalender sekolah umum, memungkinkan siswa Muslim merayakan hari raya mereka secara normal.
Juga, Dewan Pendidikan Kabupaten Baltimore menyetujui dengan suara bulat pada November 2019, untuk menutup sekolah umum bagi siswa pada `liburan Idul Fitri ketika mereka mendarat pada hari sekolah.[fq/aboutislam]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran