Ratusan pemukim Israel, pada hari Rabu, memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur yang Diduduki, menurut sebuah kantor berita Palestina, Anadolu News Agency melaporkan.
Dalam sebuah pernyataan singkat, Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengatakan hampir 400 pemukim masuk ke halaman Masjid di bawah perlindungan polisi melalui Gerbang Mughrabi, sebelah barat Masjid.
Menurut seorang reporter Anadolu , beberapa pemukim mengibarkan bendera Israel di dalam kompleks titik nyala sebelum dihentikan oleh polisi Israel dan dibawa keluar dari lokasi.
Gangguan pemukim datang saat Israel memperingati hari nasionalnya, yang menandai penciptaan negara di atas puing-puing Palestina. Orang Palestina menyebut hari itu “Nakba”, atau “Malapetaka”.
Ketegangan meningkat di seluruh Wilayah Palestina sejak awal bulan ini, ketika pasukan Israel menyerbu kompleks Al-Aqsha dan secara paksa memindahkan jamaah dari dalam situs.
Bagi umat Islam, Al-Aqsha mewakili situs tersuci ketiga di dunia. Orang Yahudi, pada bagian mereka, menyebut daerah itu Temple Mount, dengan mengatakan bahwa itu adalah situs dua kuil Yahudi kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsha berada, selama Perang Arab-Israel 1967. Mereka menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980 dalam suatu langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran