Ramadhan adalah waktu khusus bagi keluarga untuk berkumpul dan berbagi buka puasa, sahur, dan sholat bersama.
Namun tahun ini, Ramadhan datang selama kelas musim semi, memaksa banyak siswa Muslim menghabiskan bulan suci itu sendirian.
Mencoba memberi siswa rasa kebersamaan, tiga mahasiswa Muslim Harvard memasak makanan sahur mingguan untuk afiliasi Harvard sepanjang bulan Ramadhan, The Harvard Crimson melaporkan.
“Karena masyarakat sangat sentral dalam Ramadhan”, ujar Iqra Noor ’23, Reem Khalid Ali ’23, dan Sadia M. Laisa ’23, tiga mahasiswa sarjana di Leverett House, ingin memastikan para siswa berbagi makanan bersama.
“Kami mulai menyiapkan makanan mulai pukul 23.00 pada Jumat malam hingga waktu makan, yakni sekitar pukul 04.00,” kata Noor.
“Sejujurnya, ini satu-satunya begadang yang akan saya lakukan setiap hari.”
Selama Ramadhan, mahasiswa Muslim Harvard, fakultas, dan afiliasi lainnya berbuka puasa dengan makanan yang disponsori kampus di Pusat Organisasi Mahasiswa di Hilles (SOCH).
Maryam SK Tourk ’25, co-presiden Harvard Islamic Society, mengatakan dia merasa “sangat berterima kasih” atas pertemuan malam di SOCH.
“Ramadan adalah waktu yang sangat komunal, dan terpisah dari komunitas itu bisa sangat sulit,” kata Tourk.
“Ini adalah waktu yang sangat keren di mana SOCH berubah menjadi pusat komunitas Muslim, di mana ada siswa Muslim dari semua sekolah Harvard yang berbeda.”
Hasan S. Quadri ’25, co-president Harvard Islamic Society lainnya, mengatakan Ramadhan ditandai dengan komunitas terjalin dengan refleksi diri individu.
“Saya tahu bagi banyak mahasiswa, ini adalah pertama kalinya mereka berpuasa jauh dari rumah,” kata Quadri. “Jadi bisa mengadakan perayaan individu, selain komunitas, itu luar biasa.”
Nurayn Y. Khan ’26, salah seorang peserta sahur Leverett House, memuji kerja keras Noor, Ali, dan Laisa dalam mempersiapkan sahur selama Ramadhan.
“Saya pikir Ramadhan adalah tentang bersama komunitas dan saling menyemangati – dan saya pikir ketiga gadis itu, mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam melakukannya,” kata Khan.
“Mereka benar-benar bekerja keras – seperti mereka akan memasak sepanjang malam, dan mereka memiliki begitu banyak orang yang datang dan makanannya benar-benar luar biasa.”[fq/thc]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran