Home » Kondisi Umat » Gerakan Guru Palestina Tolak Inisiatif Pemerintah untuk Selesaikan Krisis

Gerakan Guru Palestina Tolak Inisiatif Pemerintah untuk Selesaikan Krisis

Gerakan Guru Bersatu di Tepi Barat telah menolak inisiatif pemerintah untuk menyelesaikan krisis dengan para guru, menekankan bahwa setiap inisiatif yang tidak mencakup implementasi penuh dari tuntutan mereka tidak akan berhasil.

Gerakan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “penghapusan hukuman sebelumnya bukanlah bagian dari tuntutan gerakan, karena itu adalah hak yang tidak dapat didiskusikan sebagai tuntutan dan, oleh karena itu, tidak mungkin untuk kembali bekerja penuh waktu tanpa menghapus hukuman yang dijatuhkan pada setiap guru laki-laki dan perempuan”.

Gerakan ini juga menegaskan berlanjutnya pemogokan di sekolah-sekolah umum dalam bentuknya yang sekarang, sampai pemerintah menemukan solusi radikal untuk krisis tersebut.

Seorang juru bicara pemerintah Palestina, Ibrahim Melhem, mengumumkan dalam konferensi pers, Kamis, bahwa pemerintah Palestina setuju untuk mengembalikan semua jumlah yang dipotong dari gaji guru yang mogok dan menerapkan bonus 15 persen, yang mana 5 persen akan didistribusikan pada bulan Maret.

Melhem mengatakan pemerintah telah menanggapi semua tuntutan yang diperlukan untuk mengembalikan sekolah umum ke keadaan normal, mulai Ahad pagi mendatang.

Dia menekankan bahwa Kementerian Pendidikan telah mengembangkan program khusus untuk memberi kompensasi kepada siswa atas pelajaran yang mereka lewatkan, dan akan menyediakan semua yang diperlukan untuk mengadakan pemilihan Serikat Guru.[fq/memo]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: