Home » Kondisi Umat » Tim SAR Aljazair Berhasil Selamatkan Bayi 3 Bulan dari Puing Gempa di Turkiye

Tim SAR Aljazair Berhasil Selamatkan Bayi 3 Bulan dari Puing Gempa di Turkiye

Kepala tim penyelamat Aljazair tidak dapat melupakan saat tim penyelamat mereka mengeluarkan bayi berusia 3 bulan dari bawah reruntuhan di kota Adiyaman di selatan Turkiye, lapor Kantor Berita Anadolu .

Kolonel Farouk Achour mengatakan tim penyelamatnya berhasil menyelamatkan 13 orang dari bawah puing-puing bangunan yang runtuh di Adiyaman.

“Kami tidak kehilangan satu menit pun. Ada kehancuran besar di kota itu,” kata Achour kepada Anadolu , Senin.

Dia mengatakan bencana gempa adalah yang paling dahsyat yang pernah dia lihat.

“Kami sama sekali tidak merasa seperti orang asing. Kami beraksi dengan semangat menjalankan karya di negeri sendiri,” tambahnya.

Setidaknya 41.156 orang tewas dan 105.505 lainnya terluka dalam dua gempa kuat yang mengguncang Turkiye selatan pada 6 Februari, menurut angka resmi terbaru.

Gempa berkekuatan 7,7 dan 7,6, yang berpusat di provinsi Kahramanmaras, mempengaruhi lebih dari 13 juta orang di 11 provinsi, termasuk Adana, Adiyaman, Diyarbakir, Gaziantep, Hatay, Kilis, Malatya, Osmaniye, Elazig dan Sanliurfa.

Di Suriah, setidaknya 5.840 orang telah tewas dalam gempa mematikan tersebut.

Achour mengatakan semua upaya pencarian dan penyelamatan di daerah yang dilanda gempa memiliki dampak emosional yang sangat serius bagi dirinya dan anggota timnya.

“Setiap operasi penyelamatan memakan waktu tidak kurang dari tujuh jam. Selama ini, Anda menjalin ikatan dengan orang yang berada di bawah puing-puing,” katanya.

Dengan mata berkaca-kaca, penyelamat Aljazair mengenang momen menyelamatkan bayi berusia 3 bulan dari bawah reruntuhan.

“Operasi kami untuk menyelamatkan bayi yang orang tuanya telah kehilangan nyawa di bawah reruntuhan menyentuh kami semua,” katanya.

“Kami mendengar tangisan bayi dari bawah reruntuhan. Kami mencoba menghubungi anggota keluarga mana pun tetapi tidak berhasil,” tambahnya.

“Kami mengerahkan semua cara yang kami miliki, semua pengalaman kami, semua alat teknis kami untuk menyelamatkan bayi ini,” kata Achour. “Dengan bantuan seorang dokter, kami berhasil memberinya makan.”

Penyelamat melanjutkan, “Kami harus bergerak sangat cepat dan bekerja dengan sangat hati-hati; kami telah bekerja berhari-hari dalam cuaca dingin tanpa istirahat.”

“Setelah 11 jam bekerja terus menerus, kami dapat mengeluarkan bayi itu dari bawah puing-puing. Itu lebih berharga bagi kami daripada apa pun,” kenang Achour.[fq/anadolu]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: