94 persen orang Yordania ternyata menolak untuk menerima pengakuan Israel dan hubungan dengan negara Pendudukan, menurut sebuah survei terbaru.
Dalam Pusat Penelitian dan Studi Kebijakan Arab yang berbasis di Doha ‘ Indeks Opini Arab 2022 ‘ bulan lalu, terungkap bahwa 94 persen responden Yordania menentang pengakuan dan ikatan apa pun dengan Israel, bersama dengan 99 persen di Aljazair dan Aljazair. Mauritania, 96 persen di Libya, 95 persen di Palestina, 92 persen di Irak dan 90 persen di Tunisia.
Dalam sebuah seminar di Pusat Studi Strategis Universitas Jordan pada hari Senin, hasil survei lebih lanjut diuraikan oleh wakil Direktur Pusat Penelitian dan Studi Kebijakan Arab, Mohammad Al Masri.
Penolakan publik Yordania untuk mengakui Israel, katanya, berakar pada fakta bahwa Israel dianggap sebagai negara “kolonial”, “rasis”, dan “ekspansionis”, yang dipandang orang Yordania sebagai ancaman keamanan terbesar di wilayah tersebut.
Masri juga menjelaskan fakta bahwa setelah Israel, 87 persen orang Yordania menganggap Amerika Serikat juga sebagai ancaman terbesar bagi kawasan itu, dengan 78 persen bahkan mengakui Iran sebagai ancaman keamanan bagi dunia Arab.
Sejumlah besar responden Yordania juga mengungkapkan keyakinan mereka bahwa kebijakan Rusia dan Prancis terhadap wilayah tersebut dan khususnya Palestina adalah “negatif”.
Survei tersebut adalah yang terbaru dari banyak opini publik di dunia Arab yang menyatakan bahwa sebagian besar penduduk sangat menentang hubungan dengan Israel, dan bahwa mereka jauh dari bersekutu dengan beberapa pemerintah mereka yang mengakui Israel. apartheid negara dan memiliki hubungan dengan itu.
Menurut survei ini, termasuk orang Yordania sehubungan dengan hubungan Amman dengan Tel Aviv, yang didirikan pada perjanjian Wadi Araba tahun 1994 ketika perjanjian damai ditandatangani antara keduanya.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran