Home » Kondisi Umat » Rumah Sakit Lapangan Indonesia Rawat Lebih dari 2.000 Orang di Turkiye yang Dilanda Gempa

Rumah Sakit Lapangan Indonesia Rawat Lebih dari 2.000 Orang di Turkiye yang Dilanda Gempa

Dokter dan staf paramedis dari Indonesia telah merawat lebih dari 2.000 orang di Turkiye yang dilanda gempa, kata seorang pejabat dari negara tersebut pada hari Senin, Kantor Berita Anadolu melaporkan.

Dr Corona Rintawan, Wakil Kepala Rumah Sakit Lapangan Indonesia, mengatakan dalam keterangan tertulis bahwa sekitar 70 persen pasien yang dirawat oleh tim medis darurat Indonesia mengeluhkan masalah pernapasan.

Gangguan kesehatan tersebut, kata dia, bisa disebabkan karena cuaca, kondisi tempat tinggal dan debu karena proses pembongkaran puing-puing masih berlangsung.

Indonesia mendirikan rumah sakit lapangannya pada tanggal 15 Februari di distrik Hassa di Hatay, salah satu dari 11 provinsi yang dilanda gempa bumi kembar besar pada tanggal 6 Februari, yang menyebabkan kerusakan yang meluas.

Kedutaan negara Asia Tenggara di ibukota Turki, Ankara, mengatakan rumah sakit itu melayani sekitar 200 pasien sehari, 50 pasien di atas kapasitas 150 per hari.

Lalu Muhamad Iqbal, diplomat top Indonesia di Turkiye, mengatakan sementara tim medis dari Indonesia secara resmi mengakhiri misi darurat mereka pada hari Senin, “semua (materi) rumah sakit lapangan akan disumbangkan ke Kementerian Kesehatan Turki yang akan melanjutkan operasi dengan petugas Turki sendiri dan dokter selama tiga bulan ke depan.”

Tim medis Indonesia memiliki data pasien, selain 29 tenda layanan dan dukungan serta peralatan medis yang diperlukan yang akan ditransfer ke otoritas kesehatan Turki.

Sedikitnya 44.374 orang telah tewas akibat gempa berkekuatan 7,7 dan 7,6 skala richter berturut-turut.

Dengan pusat gempa di provinsi Kahramanmaras, gempa kuat melanda 10 provinsi lainnya – Hatay, Gaziantep, Malatya, Adiyaman, Adana, Diyarbakir, Kilis, Osmaniye, Sanliurfa dan Elazig. Sekitar 13,5 juta orang terkena dampak gempa dahsyat tersebut.[fq/anadolu]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: