Sebuah surat kabar Israel Sabtu lalu memperingatkan tentang pecahnya intifada Palestina ketiga di tengah meningkatnya kekerasan di wilayah pendudukan, lapor Anadolu Agency .
Pada hari Jumat, tujuh pemukim Israel tewas dalam serangan penembakan di dekat sinagog di pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur yang diduduki.
Serangan itu terjadi sehari setelah sembilan warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka dalam operasi militer Israel di kota Jenin, Tepi Barat.
Komentator militer Israel Ron Ben-Yishai mengatakan di surat kabar Yedioth Ahronoth bahwa serangan terhadap sinagoga itu tidak diragukan lagi merupakan pembalasan atas operasi militer di Jenin.
“Israel harus segera mencegah operasi lebih lanjut serta pembalasan oleh ekstremis Yahudi di Yerusalem,” tambahnya.
“Ini bisa dilakukan dengan membanjiri daerah itu dengan pasukan Israel sambil menghindari operasi militer besar-besaran di kota-kota Palestina saat ini,” kata komentator tersebut.
Ben-Yishai memperingatkan bahwa perkembangan baru-baru ini di Jenin dan Yerusalem dapat meningkatkan tingkat kekerasan ekstrem, yang relatif terbatas dalam beberapa bulan terakhir, menjadi pemberontakan nyata yang melibatkan massa Palestina dan ekstrimis Yahudi.
Ben-Yishai memperingatkan bahwa setiap operasi besar yang disetujui oleh kabinet keamanan Israel akan semakin mengobarkan api daripada menenangkan kawasan.
“Tidak ada operasi besar di kota-kota Palestina atau di lingkungan Yerusalem Timur yang diperkirakan akan mencapai hasil yang signifikan, dan itu hanya akan mengipasi api dan memicu pemberontakan,” dia memperingatkan.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran