Rezim Suriah Bashar Al-Assad terus merebut tanah pertanian dari keluarga yang telah mengungsi akibat konflik yang sedang berlangsung, sumber media melaporkan.
Menurut Anadolu Turki dan berbagai outlet lainnya, sumber-sumber lokal di provinsi barat laut Suriah Idlib melaporkan bahwa otoritas rezim Assad terus merebut dan mengambil alih tanah milik mereka yang meninggalkan rumah mereka selama konflik 11 tahun yang sedang berlangsung.
Plot tanah yang disita ditemukan berada di dalam dan sekitar kota Maarat Al-Numan, Abu Al-Duhur, Saraqib, dan Khan Sheikhoun – daerah yang direbut pasukan rezim Suriah dari kelompok oposisi selama beberapa bulan pertama tahun 2019.
Kementerian Pertanian Suriah mengklaim bahwa mereka bertujuan untuk mengolah tanah yang diambil alih dan untuk menuai hasilnya. Menurut surat kabar harian lokal Al-Watan , gubernur rezim di wilayah Idlib – Thaer Salhab – menyatakan bahwa tanah tersebut juga akan ditawarkan untuk investasi dalam lelang publik.
Tanah yang disita dapat dikembalikan kepada orang-orang dan keluarga yang terlantar setelah mereka kembali ke wilayah yang dikuasai rezim dan “ketika status mereka diselesaikan” oleh Damaskus.
Seorang petani terlantar dari Maarat Al-Numan, mengatakan kepada situs berita, Orient Net bahwa tujuan utama perampasan tanah adalah untuk alat tekanan baru guna memaksa mereka [pengungsi] untuk kembali”.
Dia mengungkapkan skeptisisme yang meluas untuk kembali ke tanah mereka di bawah kendali rezim, sembari bertanya, “Bagaimana kita bisa kembali ketika mayoritas orang di kota-kota itu tahu bahwa pembunuhan adalah nasib mereka atau, paling banter, menempatkan mereka dalam tahanan selama banyak waktu, tahun, yang jumlahnya hanya diketahui oleh Tuhan saja? Adapun tanah kami, kehilangannya sangat sulit, tetapi tanah itu milik pemiliknya, tidak peduli berapa lama.”
Seorang pengacara Suriah bernama Muhannad Al-Adwan mengatakan kepada situs tersebut bahwa, sementara tekanan pada pengungsi untuk kembali adalah tujuan kedua karena otoritas rezim tahu bahwa pemilik asli dari tanah yang disita dicari oleh Damaskus, dan bahwa mereka tidak mungkin untuk kembali. Tujuan utamanya, kata dia, semata-mata untuk mendapatkan keuntungan dari hasil bumi pertanian.
Pelelangan rumah curian melalui agen real estat yang terkait dengan milisi yang berafiliasi dengan rezim juga merupakan bisnis yang menguntungkan, karena mereka dapat membeli tanah dan properti dengan harga yang sangat rendah sebelum menjualnya dengan harga lebih tinggi, dalam praktik yang telah lama dilakukan oleh pihak berwenang dan milisi sekutu mereka.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran