Putra Mahkota Kuwait Sheikh Meshal Al-Ahmad Al-Sabah pada hari Ahad kemarin menerima pengunduran diri pemerintah Kuwait setelah dua bulan pembentukannya.
Perdana Menteri Sheikh Ahmad Nawaf Al-Sabah mengajukan pengunduran diri pemerintahnya dan putra mahkota menerimanya dan meminta pemerintah untuk tetap dalam kapasitas sementara, kantor berita negara KUNA melaporkan.
Pengunduran diri pemerintah terjadi setelah pemilihan parlemen 29 September di mana kandidat oposisi memperoleh keuntungan besar.
Awal Agustus, Sheikh Ahmad diangkat sebagai perdana menteri, menandai pemerintahan ke-40 dalam sejarah negara Teluk itu.
Tugas utama pemerintah adalah mempersiapkan pemilu setelah dekrit kerajaan 22 Juli untuk membubarkan parlemen negara.
Kelompok oposisi Kuwait mengamankan hampir 60% kursi di Majelis Nasional 50 kursi, menurut hasil resmi.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran