Pasukan pendudukan Israel membunuh enam warga Palestina pagi ini di kota Nablus, Tepi Barat yang diduduki utara, termasuk Wadih Al Houh, seorang pemimpin kelompok Lions’ Den.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, lima warga Palestina tewas oleh tembakan Israel. Salah satu dari mereka yang tewas tidak bersenjata, tambahnya.
Mereka telah diidentifikasi sebagai Ali Khaled Antar (26), Mishal Baghdadi (27), Wadee Al-Hawah (31), Hamdi Qayyem (30), dan Hamdi Mohamed Sharaf (35).
Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa pasukan pendudukan Israel mencegah kru medisnya mengevakuasi orang-orang Palestina yang terluka selama serangan tentara di daerah itu semalam.
“Israel harus segera menghentikan kejahatannya,” kata Nabil Abu Rudeineh, juru bicara resmi kepresidenan Otoritas Palestina (PA), yang menambahkan bahwa kantor Presiden PA Mahmoud Abbas telah menghubungi Amerika Serikat untuk “campur tangan untuk menghentikan agresi dan mengakhiri pendudukan”.
Itu terjadi ketika Israel terus memperketat blokadenya di Nablus, sementara penduduk Palestina menghadapi pengepungan dengan ketahanan yang luar biasa .
Sekitar 450.000 orang tinggal di Nablus dan daerah sekitarnya, termasuk desa dan kamp pengungsi. Semuanya telah mengalami pengepungan ketat selama 14 hari.
Sementara itu, tentara Israel mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah melakukan operasi malam skala besar di Nablus, menyerbu sebuah “apartemen persembunyian yang digunakan sebagai markas besar dan tempat pembuatan bahan peledak”.
“Pasukan meledakkan lokasi pembuatan bahan peledak,” tambah pernyataan militer. “Selama kegiatan itu, beberapa tersangka bersenjata dipukul,” tambahnya tanpa memberikan jumlah korban tewas.
Tahun ini dikatakan sebagai yang paling mematikan di Tepi Barat sejak 2015. Lebih dari 160 warga Palestina, termasuk banyak warga sipil, telah tewas. 1.500 orang lainnya telah ditangkap, menurut sumber-sumber Palestina.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran