Arab Saudi akan mendanai sebuah masjid di Kuba yang melayani komunitas Muslim yang ada di pulau itu , menurut utusan Havana untuk Arab Saudi.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan di TV pemerintah Saudi, Vladimir Gonzalez, mengatakan: “Karena sumbangan dari pihak Saudi, hari ini kami dapat mengatakan bahwa kami sedang membangun di Havana masjid pertama di negara kami.”
“Kami memiliki komunitas Muslim kecil di negara kami; mereka sangat terorganisir. Saya merasa terhormat untuk memfasilitasi kehidupan mereka sebagai orang Muslim di Kuba,” tambahnya.
Hingga saat ini komunitas Muslim Kuba, yang diperkirakan tidak lebih dari 9.000 orang, telah melaksanakan shalat baik di rumah maupun di tempat shalat seadanya.
Saat ini shalat Jumat dilakukan di Casa de los Arabes ( Rumah Arab ) yang terutama melayani para diplomat dan turis Muslim. Dikatakan rumah itu pernah milik seorang imigran Arab kaya yang tinggal di Kuba selama tahun 1940-an dan dibangun sesuai dengan desain arsitektur Andalusia.
“Arab Saudi adalah negara Arab pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Kuba,” kata Gonzalez. Hubungan diplomatik Riyadh dengan Havana dimulai pada tahun 1956.
Pada tahun 2015 dilaporkan bahwa baik Turkiye dan Arab Saudi telah menyatakan minatnya untuk membangun masjid pertama yang dibangun khusus di negara Karibia tersebut. Pada saat itu Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa Ankara telah mengajukan izin bersama dengan Riyadh kepada pejabat Kuba tetapi masih menunggu tanggapan.
Tahun lalu, delegasi dari Saudi Fund for Development (SFD) mengunjungi Kuba dan meresmikan sebuah proyek untuk merehabilitasi sistem air dan pembuangan kotoran di Kuba tengah. Delegasi juga memeriksa proyek Masjid Raja Salman di Havana, yang menurut Arab News akan menelan biaya $9,3 juta.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran