Home » Kondisi Umat » Qatar Minta Washington dan Taliban Pertahankan Kesepakatan Doha

Qatar Minta Washington dan Taliban Pertahankan Kesepakatan Doha

Negara Qatar menekankan perlunya Afghanistan untuk tidak menjadi surga bagi individu dan organisasi teroris ekstremis, sembari menyerukan AS dan Taliban untuk “mempertahankan pencapaian Kesepakatan Doha”.

Langkah ini muncul dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Qatar Selasa lalu, beberapa jam setelah AS mengumumkan pembunuhan pemimpin Al-Qaeda, Ayman Al-Zawahiri dalam serangan yang dilakukan oleh pasukannya, di Afghanistan.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan, “Qatar mengikuti perkembangan di Afghanistan, dan meminta semua pihak untuk mempertahankan keuntungan dari Perjanjian Doha dan mematuhinya.”

Disebutkan bahwa keuntungan paling penting dari Kesepakatan Doha adalah bahwa Afghanistan tidak boleh menjadi surga bagi individu dan organisasi teroris dan ekstremis.

Ini menegaskan kembali sikap tegas dan mendukung Qatar untuk upaya regional dan internasional dalam memerangi terorisme dan pendanaannya, dan segala sesuatu yang akan meningkatkan perdamaian dan keamanan internasional.

Pada Selasa malam, Presiden AS Joe Biden mengumumkan pembunuhan pemimpin Al-Qaeda, Ayman Al-Zawahiri dalam serangan AS yang dilakukan Sabtu di Afghanistan.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Biden mengatakan bahwa intelijen AS telah menemukan Al-Zawahiri awal tahun ini dan, dengan kematiannya, “keadilan telah ditegakkan”.

Al-Zawahiri mengambil alih kepemimpinan Al-Qaeda setelah pembunuhan Osama bin Laden di Pakistan pada 2011, dengan Washington mengalokasikan hadiah $25 juta untuk informasi tentang dia.

Di sisi lain, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengutuk serangan AS di ibu kota, Kabul.

Mujahid mengatakan, dalam sebuah tweet bahwa serangan itu, yang menargetkan sebuah rumah di lingkungan Sharbour di pusat Kabul, dilakukan oleh pesawat tak berawak AS.

Mujahid menganggap bahwa serangan AS ke Afghanistan merupakan pelanggaran prinsip-prinsip internasional dan Perjanjian Doha yang ditandatangani dengan AS.

Pada tahun 2020, AS dan Taliban menandatangani perjanjian di bawah naungan Qatar di ibu kota, Doha, yang menetapkan keluarnya pasukan asing dari Afghanistan, yang dicapai pada Agustus tahun lalu.[fq/memo]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: