Pameran Buku dimulai kemarin di kota Idlib Suriah yang dikuasai oposisi, barat laut Suriah, dengan 14 penerbit dan 40.000 buku berpartisipasi di dalamnya.
Pameran Buku akan berlangsung selama delapan hari. Selain buku, Pameran ini mencakup kerajinan tangan, replika miniatur monumen keagamaan dan sejarah, serta mosaik, menurut Anadolu Agency .
Penyelenggara pameran, Muhammad Sayed, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa 14 penerbit dari dalam dan luar Suriah berpartisipasi dalam pameran tersebut, menampilkan sekitar 40.000 buku.
Sayed menambahkan bahwa Pameran tersebut mengekspos monumen keagamaan dan sejarah Suriah, Hama Wair, Masjid Khalid Ibn Al-Walid di Homs, Benteng Damaskus dan banyak landmark lainnya.
Seorang anak berusia 11 tahun yang mengunjungi pameran buku, Abdul Latif Yahya, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa dia memeriksa buku-buku dan mengunjungi bagian kaligrafi dan paviliun mosaik. Dia menambahkan bahwa dia ingin menjadi seorang seniman dan seorang insinyur pada saat yang sama.
Anak berusia 11 tahun lainnya, Abdullah Aboud, yang mengungsi dari provinsi Deir Ezzor, Suriah timur, mengatakan bahwa dia senang melihat lukisan-lukisan yang mencakup landmark provinsinya, mengungkapkan kerinduan dan keinginannya untuk kembali ke sana.
Provinsi Idlib berada di luar kendali rezim Bashar Al-Assad. Ini termasuk ratusan ribu pengungsi Suriah yang datang dari banyak provinsi lain untuk melarikan diri dari pemboman rezim dan operasi militer terhadap daerah berpenduduk sipil.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran