Home » Kondisi Umat » Ustadz Anggana Mahendra Jadi Imam Shalat Ied di KBRI Kopenhagen

Ustadz Anggana Mahendra Jadi Imam Shalat Ied di KBRI Kopenhagen

Idul Adha tahun ini menjadi cukup istimewa bagi keluarga ustadz Anggana Mahendra, ST, Al-Hafizh. Pasalnya pada lebaran qurban kali ini, mereka untuk pertama kalinya merasakan suasana Idul Adha di Denmark.

Tidak hanya merasakan suasana baru berlebaran di negara Eropa Denmark, namun pada tahun ini ustadz Anggana Mahendra, ST, Al-Hafizh juga didaulat untuk menjadi Imam pada shalat Idul Adha yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ibukota Denmark, Kopenhagen.

Dalam penjelasannya ustadz Anggana Mahendra memaparkan bahwa dia sekeluarga harus menempuh waktu sekitar 3 jam dengan membawa kendaraan sendiri dari kota tempat tinggalnya di Denmark yaitu Billund menuju ibukota Denmark, Kopenhagen.

“Shalat Ied dijadwalkan dimulai pukul 9:30 pagi waktu setempat, jadi kita prepare berangkat ke Kopenhagen dari Billund 4 jam sebelumnya,” papar ustadz muda yang juga dikenal sebagai Abu Azzam ini.

Qadarullah, tiba di KBRi Kopenhagen, keluarga ustadz Anggana Mahendra agak sedikit terkejut karena suasana lokasi untuk shalat Ied masih sepi karena mereka sampai di lokasi agak lebih cepat dari waktu yang dipersiapkan sebelumnya.

Shalat Idul Adha di KBRI Kopenhagen diimami lansung oleh ustadz Anggana Mahendra, ST, Al-Hafizh sedangkan yang mengisi khutbah Ied adalah ustadz Rachmat.

Dalam khutbahnya, khatib membahas kisah nabi Ibrahim Alayhissalam yang mengingatkan jamaah untuk benar-benar fokus beribadah kepada Allah dan berusaha untuk tidak tergoda dengan ujian dunia (harta, anak2, pasangan, Karir duniawi, dll) dalam mencintai Allah SWT yang diakhiri dengan doa buat keluarga dan tanah air tercinta, semoga Allah memberkahi Indonesia dan selalu ada perbaikan untuk bangsa Indonesia.

Suasana shalat Idul Adha berlangsung khusyuk dan tertib meskipun angin bertiup kencang sampai membuat’mic pun menjadi tidak stabil. Denmark sendiri memang termasuk negara yang memiliki energi angin terbesar di dunia.

Usai shalat Id, duta besar Indonesia untuk Denmark ibu Dewi Savitri Wahab menyampaikan ucapan banyak terima kasih karena masyarakat Indonesia di Denmark rela jauh-jauh dateng untuk shalat Eid ke KBRI Kopenhagen.

Beliau juga sduah menyiapkan jamuan (di ruang makan) berupa lontong ketupat sayur serta lauk Pauk antara lain ada sambal balado, malbi, tempe goreng serta kerupuk udang khas Indonesia beserta minuman ringan.

Acara ramah tamah usai shalat Ied berlangsung sederhana, bersahaja dan penuh nuansa kekeluargaan. Peserta semuanya juga ikut bahu-membahu membereskan lokasi shalat sebelum pulang ke rumah masing-masing.[]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: