Home » Kondisi Umat » Ribuan Warga Sudan Protes Kenaikan Harga

Ribuan Warga Sudan Protes Kenaikan Harga

KHARTOUM 0 Ribuan warga Sudan berdemonstrasi di ibu kota, Khartoum, pada hari Kamis untuk memprotes kenaikan harga dan kondisi kehidupan yang buruk, lapor Kantor Berita Anadolu .

Para pengunjuk rasa berkumpul di dekat istana presiden di Khartoum, mengibarkan spanduk mengutuk kondisi ekonomi yang sulit, menurut seorang reporter Anadolu Agency di lapangan.

Pekan lalu, pemerintah Sudan mendevaluasi mata uang lokal mencapai 610 pound Sudan terhadap dolar. Pihak berwenang membela langkah yang diperlukan untuk menyatukan nilai tukar di negara itu.

“Kondisi kehidupan memburuk setiap hari,” Walid Ahmed, seorang insinyur berusia 51 tahun, mengatakan kepada Anadolu Agency.

“Harga di pasar lokal meroket hari ini,” katanya. “Kondisi kehidupan menjadi terlalu buruk dan pengeluaran kebutuhan dasar tidak lagi dapat ditanggung oleh kami sebagai warga biasa.”

“Pemerintah telah mencabut subsidi bahan bakar, listrik, tepung dan gas untuk memasak,” kata Ahmed. “Ini semua memengaruhi pasar, di tengah tidak adanya pemantauan apa pun oleh pihak berwenang.”

Sarah Hussein, 30, menyalahkan pengambilalihan militer atas kondisi kehidupan yang sulit di Sudan.

“Kudeta militer bertanggung jawab atas kemerosotan ekonomi ini,” katanya.

“Ada banyak sanksi yang dikenakan kembali pada negara itu, dan donor internasional serta organisasi bantuan telah menahan miliaran dolar yang seharusnya diterbangkan ke negara itu sebelum kudeta,” kata Hussein.

Sudan berada dalam kekacauan sejak 25 Oktober 2021, ketika militer memecat Perdana Menteri, pemerintah transisi Abdalla Hamdok dan menyatakan keadaan darurat, dalam sebuah langkah yang dikecam oleh kelompok-kelompok politik sebagai “kudeta militer.”

Sebelum pengambilalihan militer, Sudan diperintah oleh dewan berdaulat pejabat militer dan sipil yang bertugas mengawasi masa transisi hingga pemilihan umum pada 2023.[fq/anadolu]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: