BAHRAIN – Delegasi akademik Kuwait meninggalkan konferensi ilmiah yang diadakan di Universitas Bahrain sebagai protes atas kehadiran delegasi Israel, Al Khaleej melaporkan pada hari Jumat.
Liga Pemuda Kuwait untuk Yerusalem memposting di Twitter: “Delegasi universitas Kuwait meninggalkan kuliah yang disampaikan oleh seorang Israel dari Universitas Tel Aviv yang diadakan di Universitas Bahrain.”
Liga Pemuda Kuwait menambahkan: “Semua salut untuk delegasi … Normalisasi telah dan akan terus menjadi tirani.”
Ketua Liga Pemuda Kuwait untuk Yerusalem Mosaab Al-Motawaa menyatakan: “Penarikan delegasi Kuwait menegaskan kembali sikap resmi Kuwait yang jelas menolak semua bentuk normalisasi dengan pendudukan.”
Al-Motawaa menambahkan: “Sikap seperti itu menjadi salah satu senjata yang melukai entitas pendudukan Israel yang menyebabkan kerusakan padanya.”
Fakultas administrasi bisnis di Universitas Bahrain mengumumkan mengadakan konferensi pada 2 dan 3 Maret, tanpa mencatat bahwa delegasi Israel berpartisipasi dalam acara tersebut.
Pada bulan Januari, delegasi budaya Kuwait memboikot Festival Sastra Emirates Airline karena partisipasi seorang penulis Israel.
Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani kesepakatan normalisasi dengan Israel pada September 2020. Mantan Presiden AS Donald Trump menengahi kesepakatan itu.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran