IDLIB – Saat musim dingin tiba, warga Suriah yang terlantar akibat perang saudara yang sedang berlangsung tidak memiliki pilihan lain selain membakar pakaian mereka agar tetap hangat di kamp pengungsian, lapor Anadolu News Agency .
Di provinsi barat laut Idlib, tempat sebagian besar pengungsi Suriah tinggal, angin kencang telah merobohkan banyak tenda.
Pada malam hari, anak-anak berkumpul dan menyalakan api unggun menggunakan plastik, sepatu bekas dan potongan kayu.
Beberapa orang bahkan membakar pakaian agar tetap hangat di suhu di bawah nol derajat.
Adnan Al Ahmed, yang terpaksa meninggalkan kampung halamannya, Hama, delapan tahun lalu, mengatakan lebih dari 50 keluarga kehilangan tenda mereka akibat hujan salju lebat tahun ini.
Anak-anak harus diselamatkan dari tenda yang roboh, tambahnya.
Apalagi, jalan-jalan ditutup karena cuaca buruk dan anak-anak yang sakit tidak bisa dibawa ke rumah sakit,tambahnya.
Suriah telah dirusak oleh perang saudara sejak awal 2011, ketika rezim Bashar Al-Assad menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi.
Zona de-eskalasi Idlib dibentuk berdasarkan kesepakatan antara Turkiye dan Rusia. Daerah tersebut telah menjadi subyek dari beberapa perjanjian gencatan senjata, yang telah sering dilanggar oleh rezim Assad dan sekutunya.
Situasi bagi orang-orang di Idlib memburuk ketika rezim Assad, yang didukung oleh Rusia dan Iran, melancarkan serangan ke provinsi tersebut, menyebabkan perpindahan besar-besaran.
Tinggal di tenda-tenda yang penuh sesak, atau di tempat terbuka di daerah yang aman, banyak yang berjuang untuk memenuhi bahkan kebutuhan dasar mereka.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran