YERUSALEM – Imam Masjid Al Aqsha dan Ketua Komisi Tinggi Islam di Yerusalem menggambarkan pelanggaran Israel di Sheikh Jarrah pada hari Senin kemarin sebagai perang eksistensial dan pembersihan etnis terhadap Yerusalem, Sama News melaporkan.
“Upaya Israel untuk menangkap Sheikh Jarrah adalah ilegal, dan tidak manusiawi atau beradab,” tegas Sheikh Ikrima Shabri selama kunjungan solidaritas ke lingkungan tersebut. Dia menegaskan kembali bahwa Yerusalem akan terus mempertahankan tempat-tempat suci, properti dan hak-hak mereka terhadap segala bentuk agresi Israel. “Kita tidak boleh menyerah pada keserakahan pendudukan Israel dan agresinya, dan keputusannya tidak boleh dianggap sah.”
Sheikh Shabri menempatkan tanggung jawab penuh atas apa yang terjadi di Sheikh Jarrah pada otoritas pendudukan Israel. “Pemerintah Israel mendukung pemukim ekstremis dan serangan serta terorisme mereka terhadap penduduk Palestina yang tidak bersenjata dan damai,” katanya.
Imam yang berusia delapan tahun itu memuji ketangguhan penduduk Sheikh Jarrah yang menolak untuk menyerah pada kebijakan Israel dan terorisme pemukim.
Agresi pendudukan Israel terhadap Palestina dan rumah mereka di lingkungan Yerusalem yang diduduki sedang berlangsung. Sebelumnya, pasukan pendudukan menggerebek tiga rumah di dekat rumah Fatemeh Salem, yang coba diambil alih secara ilegal oleh para pemukim, dan menyita kamera CCTV. Wakil Kepala Kota Yerusalem yang dikuasai Israel, Aryeh King, juga melakukan kunjungan provokatif ke Sheikh Jarrah bersama dengan anggota parlemen ekstremis Itamar Ben-Gvir.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran