Home » Kondisi Umat » PBB: Kekeringan Mematikan di Somalia Menggusur Lebih dari 2.000 Orang

PBB: Kekeringan Mematikan di Somalia Menggusur Lebih dari 2.000 Orang

MOGADISHU – Lebih dari 2.000 lebih pengungsi internal telah tiba di ibukota Somalia Mogadishu dalam dua hari terakhir melarikan diri dari kekeringan mematikan yang melanda negara Tanduk Afrika itu, badan kerjasama kemanusiaan PBB mengatakan Rabu, dan dilaporkan oleh Kantor Berita Anadolu .

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) Somalia mengatakan: “Lebih dari 2 ribu pengungsi internal baru tiba di Banadir, Somalia, dalam 2 hari terakhir, total 20 ribu dalam beberapa minggu terakhir. Orang-orang ini hilang ternak & mata pencaharian lain karena kekeringan.”

Orang-orang terlantar ini sangat membutuhkan air, jamban, makanan, tempat tinggal dan layanan gizi, menurut OCHA.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Hirey Ahmed Roble, sekretaris jenderal administrasi regional Banadir di Mogadishu, mengatakan krisis kemanusiaan saat ini berada di luar kapasitas pemerintah.

Pemerintah telah mentransfer lebih dari $20 juta yang dimaksudkan untuk pembangunan guna menghadapi situasi kemanusiaan saat ini dan juga menyumbangkan uang ke ibu kota provinsi setempat, termasuk Baidoa, Baledwayne, dan Garowe.

Somalia saat ini menghadapi salah satu kekeringan terburuk dalam beberapa dekade, menurut organisasi kemanusiaan di negara itu.

Pemerintah Somalia telah menyatakan situasi “keadaan darurat kemanusiaan,” mendesak masyarakat internasional untuk menggandakan upayanya untuk membantu orang yang membutuhkan.

PBB, pada hari Selasa, mengatakan kerawanan pangan tetap kritis di Somalia, menambahkan bahwa di bawah Rencana Respons Kemanusiaan 2022, 75 mitra akan meningkatkan akses ke pangan untuk 3,1 juta orang yang menghadapi kerawanan pangan akut yang parah, termasuk 1,1 juta orang terlantar di 64 kabupaten.[fq/memo]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: