LONDON – Asosiasi Muslim Inggris (MAB) meminta Pemerintah Inggris menekan Israel untuk memastikan keselamatan dan keamanan warga Palestina yang tinggal di Yerusalem dan khususnya lingkungan Sheikh Jarrah yang penduduknya sedang menjalani pembersihan etnis melalui pemindahan paksa.
Dalam pernyataan pers yang dirilis pada hari Sabtu kemarin, organisasi itu mengatakan terkejut dengan kebrutalan dan kekerasan yang dilakukan oleh negara Israel terhadap penduduk Palestina di Yerusalem.
“Selama beberapa minggu terakhir, pasukan Israel telah meningkatkan pelanggaran hak asasi manusia mereka terhadap warga Palestina melalui ancaman pemindahan dari rumah mereka, mencegah mereka mengakses tempat ibadah mereka, menyerang pengunjuk rasa yang damai, dan membunuh seorang anak berusia 16 tahun yang tidak bersalah, Said Oudeh,” kata isi pernyataan asosiasi.
“Pelanggaran ini memuncak dengan serangan yang tidak beralasan dan penodaan kesucian Masjid Al-Aqsha – salah satu tempat ibadah paling suci bagi 2 miliar Muslim di seluruh dunia – oleh pasukan Israel yang menggunakan granat setrum, gas air mata, dan peluru berlapis karet baja untuk menyerang jamaah yang damai,” kata pernyataan asosiasi.
Inggris memiliki tanggung jawab untuk bertindak, terutama mengingat peran historis Inggris dalam pendudukan Palestina. Kegagalan melakukan hal itu berarti menyangkal hak warga Palestina untuk hidup dan memungkinkan apartheid.
MAB menyerukan kepada anggotanya, Muslim, dan pembela hak asasi manusia dan hukum internasional untuk mengatur dan memobilisasi di daerah mereka untuk membuat suara mereka didengar dan agar Pemerintah tahu bahwa MAB berdiri bersama rakyat Palestina melawan eskalasi dan tindakan tercela Israel.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran