KABUL – Parlemen Afghanistan pada Senin mendesak negara-negara kawasan yang memiliki pengaruh pada Taliban untuk meyakinkan kelompok tersebut agar menghadiri konferensi Istanbul untuk perdamaian di Afghanistan.
Selama rapat umum parlemen, para anggota parlemen menggambarkan konferensi di Turki sebagai kesempatan penting untuk perdamaian di tengah penarikan semua pasukan asing dari negara yang dilanda perang itu.
“Menjaga struktur negara, Konstitusi, dan menjamin hak dan nilai-nilai sipil tetap menjadi salah satu keuntungan penting dalam sejarah modern Afghanistan,” kata Ketua Parlemen Afghanistan Mir Rehmani Rehamni, mengungkapkan optimisme untuk kesepakatan politik melalui konferensi tersebut.
Pemerintah Turki telah menjadwalkan konferensi internasional dari 24 April – 4 Mei. Pemerintah Afghanistan akan mengirim delegasi berpangkat tinggi ke sesi tersebut, sejauh ini Taliban belum menyatakan kesediaan untuk bergabung, mereka menuntut agar pasukan asing segera keluar dari negara menurut perjanjian Doha pada Mei 2021.
Menteri Luar Negeri Afghanistan Haneef Atmar berbicara melalui telepon dengan mitranya dari Pakistan Shah Mehmood Qureshi pada Minggu, membahas pertemuan yang akan di Turki serta kerja sama regional sehubungan dengan penarikan pasukan asing dari Afghanistan.
Kementerian Luar Negeri mengatakan Atmar akan mengunjungi Islamabad setelah konferensi Istanbul atas undangan sejawatnya dari Pakistan.
Dalam pengumumannya tentang rencana penarikan pasukan dari Afghanistan, Presiden AS Joe Biden mengatakan Washington akan meminta negara-negara kawasan untuk “berbuat lebih banyak” dalam mendukung Afghanistan, terutama Pakistan, serta Rusia, China, India, dan Turki.
“Mereka semua memiliki kepentingan yang signifikan dalam masa depan yang stabil untuk Afghanistan,” kata Biden, menambahkan bahwa selama beberapa bulan ke depan, Washington juga akan menentukan seperti apa kelanjutan kehadiran diplomatik AS di Afghanistan, termasuk bagaimana memastikan keamanan negara.
Sejalan dengan pengumuman Biden, semua pasukan Amerika akan berangkat dari Afghanistan pada 11 September, peringatan ke-20 serangan teroris di AS.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran