Home » Kondisi Umat » Sejumlah Negara Arab Kutuk Serangan Houthi Terhadap Bandara Saudi

Sejumlah Negara Arab Kutuk Serangan Houthi Terhadap Bandara Saudi

ISTANBUL – Sejumlah negara Arab dan kelompok regional pada Kamis mengecam serangan kelompok pemberontak Yaman, Houthi, terhadap Bandara Internasional Abha Arab Saudi dan menganggap serangan semacam itu sebagai ancaman terang-terangan bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Kecaman tersebut dibuat dalam pernyataan resmi oleh kementerian luar negeri Mesir, Kuwait, Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Lebanon dan Palestina bersama dengan pernyataan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab.

Pada Rabu, koalisi Arab pimpinan Saudi di Yaman mengatakan sebuah pesawat sipil di landasan terbakar selama serangan itu, tetapi kobaran api berhasil dikendalikan.

“Angkatan udara UAV menargetkan lapangan udara pesawat tempur di Bandara Internasional Abha – yang digunakan untuk tujuan militer untuk menargetkan warga Yaman – dengan empat drone,” kata juru bicara militer Houthi Yahya Sarie di Twitter.

Kementerian Luar Negeri Bahrain mengutuk serangan itu, dengan mengatakan serangan semacam itu merupakan pelanggaran berat hukum humaniter internasional.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Kuwait mengatakan bahwa melanjutkan serangan semacam itu membahayakan keamanan dan stabilitas di kawasan.

Kementerian Luar Negeri UEA menganggap penargetan bandara sebagai pelanggaran berbahaya dan tindakan pengecut yang mengancam kehidupan warga sipil dan penumpang.

Kementerian Luar Negeri Yordania menggambarkan penargetan bandara sebagai serangan teroris, sementara Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan pihaknya mendukung Arab Saudi dalam menghadapi serangan teroris semacam itu.

Demikian pula dengan Kementerian Luar Negeri Lebanon, yang menyatakan solidaritasnya untuk Arab Saudi dalam menghadapi serangan apa pun terhadap kedaulatannya.

Sementara itu, OKI mengatakan pihaknya sepenuhnya mendukung Arab Saudi dalam semua tindakan yang diambil untuk melindungi wilayahnya, sementara Liga Arab mengutuk apa yang digambarkannya sebagai “eskalasi berbahaya”.

Kelompok Houthi secara teratur mengumumkan serangan roket dan pesawat tanpa awak di wilayah Saudi, mengatakan itu adalah reaksi terhadap serangan koalisi pimpinan Saudi di Yaman.

Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk ibu kota, Sanaa.

Krisis meningkat pada 2015 ketika koalisi militer pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, konflik di Yaman sejauh ini telah merenggut sedikitnya 233.000 nyawa.[fq/anadolu]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: