ABU DHABI – UEA menyetujui pendirian kedutaan pertamanya di Israel di kota Tel Aviv empat bulan setelah menandatangani kesepakatan normalisasi dengan negara tersebut.
“Pemerintah menyetujui pembentukan kedutaan besar Uni Emirat Arab untuk Tel Aviv, di negara bagian Israel,” demikian diumumkan di Twitter pada hari Ahad kemarin.
Pada hari Ahad kemarin, Israel juga mengumumkan pembukaan kedutaan besar di Abu Dhabi
“Hari ini kedutaan besar Israel di Abu Dhabi secara resmi dibuka, dengan kedatangan kepala misi Eitan Naeh,” kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.
Kedutaan Besar Israel di Uni Emirat Arab akan memajukan hubungan antar negara di semua tingkatan.
UEA, bersama dengan Bahrain, menandatangani kesepakatan yang ditengahi AS pada bulan September untuk menormalisasi hubungan.
Perjanjian tersebut, yang dikenal sebagai “Abraham Accords”, menghancurkan konsensus Arab yang telah lama ada bahwa tidak boleh ada normalisasi dengan Israel sampai mencapai kesepakatan damai yang komprehensif dengan Palestina.
Palestina sendiri mengutuk perjanjian itu sebagai dengan menyebutnya “tikaman dari belakang”.
Awal bulan ini, Sudan juga menandatangani Perjanjian Abraham, menjadi negara Arab ketiga yang melakukannya dan yang keempat untuk menormalkan hubungan diplomatik dengan Israel dalam beberapa bulan.
Maroko juga menormalisasi hubungan dengan Israel pada bulan Desember, dalam sebuah quid pro quo diplomatik yang membuat Washington mendukung pemerintahan Maroko atas wilayah Sahara Barat yang disengketakan.
Hingga tahun lalu, hanya Mesir, pada 1979, dan Yordania, pada 1994, yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel.[fq/mee]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran