GAZA – Kementerian Pertanian Palestina mengumumkan pada hari Kamis kemarin bahwa Israel telah melepaskan bendunga untuk menampung air hujan mereka, yang menyebabkan banjirnya lahan pertanian di dekat perbatasan timur Jalur Gaza dan penghancuran area pertanian yang luas.
Israel telah membangun beberapa bendungan untuk mengumpulkan dan menggunakan air hujan serta melampiaskannya tanpa peringatan ketika air dalam jumlah besar menumpuk selama musim dingin, menyebabkan kerusakan pada pertanian dan lahan pertanian di Jalur Gaza.
Ahmed Fatayer, direktur cabang kementerian di Gaza, mengungkapkan bahwa Israel telah membuka bendungan air hujan di timur lingkungan Shuja’iyya di timur Jalur Gaza, yang menyebabkan banjir ratusan dunam lahan pertanian.
Dalam wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency , Fatayer mengindikasikan bahwa petani Palestina telah menderita kerugian besar dan kerusakan langsung dan tidak langsung”karena bendungan yang tiba-tiba dilepaskan.
Dia menunjukkan bahwa Israel telah membuka bendungan dan membanjiri lahan pertanian milik warga Palestina dalam beberapa tahun terakhir.
Salem Quta, salah satu petani terdampak, menyampaikan bahwa pemilik tanah Palestina mengalami kerugian yang cukup besar akibat banjir di areal pertanian mereka.
“Sekitar 400 dunam (satu dunam sama dengan 1.000 meter) langsung dibanjiri air, sementara 150 dunam secara tidak langsung rusak akibat aliran air hujan,” kata Quta kepada Anadolu Agency.
Petani tersebut menjelaskan bahwa banjir di lahan pertanian terjadi saat tanaman yang ia tanam selama beberapa bulan terakhir ini akan segera matang.
Quta membenarkan bahwa selain membanjiri daerah pertanian, Israel juga menyemprotkan pestisida kimia pada tanaman yang pada akhirnya menghancurkan tanaman, selain membuka lahan.
Dia meminta organisasi dan institusi hak asasi manusia untuk berdiri bersama petani Palestina dan mendukung mereka untuk melawan pelanggaran ini.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran