Home » Kondisi Umat » LSM Turki Gelar Kampanye Bantu Pengungsi Palestina di Lebanon

LSM Turki Gelar Kampanye Bantu Pengungsi Palestina di Lebanon

ISTANBUL – Sejumlah lembaga Turki pada Senin lalu bersatu untuk mempelopori kampanye bantuan bagi warga Palestina yang hidup dalam kondisi mengerikan di kamp-kamp pengungsian di Lebanon.

Para pengungsi Palestina tidak dapat kembali ke tanah air mereka, mereka menghadapi segudang “masalah kronis” dan sangat terdampak kondisi ekonomi buruk Lebanon ketika negara itu berhadapan dengan krisis wabah virus korona, ketidakstabilan politik, dan ekonomi.

Huseyin Oruc, wakil ketua Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) yang berbasis di Istanbul mencatat bahwa pengungsi Palestina di Lebanon tak mendapatkan layanan sosial, termasuk perawatan kesehatan dan pendidikan masyarakat, sementara itu mereka juga dibatasi dari beberapa pekerjaan dan “banyak hak-hak mereka dicabut”.

Dalam program yang diselenggarakan oleh MUSIAD, Oruc menekankan bahwa kamp pengungsi Palestina yang penuh sesak di Lebanon mengalami banyak masalah – termasuk pengangguran dan kemiskinan yang ekstrim, serta kondisi yang tidak higienis dan kurangnya infrastruktur, makanan dan air yang dapat diminum.

“Karena alasan inilah kami mengambil tindakan pertama untuk memenuhi makanan dan kebutuhan dasar lainnya, serta memperbaiki tempat tinggal dan mengatasi masalah di kamp pengungsian dan penyelesaian masalah terkait pengangguran, pendidikan dan kesehatan,” ujar dia.

Oruc mengatakan banyak negara yang sebelumnya menyumbangkan dana untuk membantu lebih dari 475.000 pengungsi Palestina yang terdaftar di UNRWA harus memotong sumbangan mereka karena alasan ekonomi.

Sebanyak 22 LSM, termasuk organisasi keagamaan, yayasan bantuan dan serikat pekerja, mengikuti kampanye yang bertujuan untuk menyelesaikan 15 proyek di berbagai bidang mulai dari pengadaan pendapatan hingga kesehatan, pendidikan, perkotaan, sosial, dan layanan keagamaan.

Pengungsi Palestina di Lebanon

Pengungsi Palestina di Lebanon tinggal di 12 kamp, ​​yaitu Beddawi, Burj al-Barajnah, Burj Shemali, Dbayeh, Ein El Hilweh, El Buss, Mar Elias, Mieh Mieh, di berbagai wilayah di seluruh negeri.

Sebanyak 475.075 pengungsi Palestina tinggal di Lebanon dan jumlah ini meningkat menjadi 600.000 dan juga ada yang tidak terdaftar, menurut data PBB.

Sekitar 62 persen pengungsi Palestina, yang menjadi sekitar 10 persen dari populasi Lebanon, tinggal di kamp-kamp ini, di mana infrastruktur dan fasilitas sosial sangat terbatas, sedangkan sisanya tinggal di sekitar kamp dan di berbagai negara.

Lebanon tidak menerima tanggung jawab atas perlindungan hak-hak pengungsi karena Lebanon bukan merupakan pihak dalam Konvensi 1951 dan Protokol 1967 mengenai status pengungsi.

Lebanon adalah negara kedua di mana pengungsi Palestina menjadi sasaran pelanggaran hak paling banyak setelah Israel.

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: