ISTANBUL – Separuh dari pengungsi Suriah di Turki tidak mungkin kembali ke tanah air mereka, menurut temuan sebuah studi oleh universitas Turki.
Menurut survei “Barometer Suriah” oleh Pusat Penelitian Migrasi dan Integrasi Universitas Turki-Jerman di Istanbul, secara resmi ada 3,6 juta warga Suriah yang tinggal di Turki.
Kepala pusat dan penulis survei, Profesor Murat Erdogan mengatakan selama tiga tahun terakhir, diamati bahwa tingkat kebahagiaan di antara warga Suriah di Turki telah meningkat pesat.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa persentase warga Suriah yang mengatakan “Saya tidak akan pernah kembali ke Suriah” adalah 16,7 persen pada 2017. Pada 2019, meningkat menjadi 51,8 persen.
Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR Syria) juga bekerja sama dengan pusat untuk laporan ini.
Perwakilan UNHCR Katharina Lumpp mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa Turki adalah rumah bagi populasi pengungsi terbesar di dunia, dengan hampir empat juta pengungsi dan pencari suaka, sekitar 3,6 juta di antaranya adalah warga Suriah yang dilindungi sementara.
“Turki memiliki kerangka hukum yang komprehensif untuk perlindungan internasional dan sementara. Laporan ini memberikan referensi berharga bagi banyak orang yang tertarik untuk bekerja di bidang ini,” tambahnya.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran