Home » Kondisi Umat » Presiden Erdogan Serukan Perubahan Sistem Global

Presiden Erdogan Serukan Perubahan Sistem Global

ANKARA – Presiden Turki pada Senin menyerukan perubahan pendekatan pada saat sistem global saat ini gagal menangani krisis yang terjadi di seluruh dunia, terutama di tengah wabah virus korona.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membuat pernyataan tersebut pada Konferensi Duta Besar ke-12 yang diadakan di ibu kota Ankara.

Menekankan sistem global yang ada lebih melayani segelintir aktor kuat, Erdogan mengatakan sistem ini tidak dapat lagi berlanjut dan diperlukan perubahan secara sistematis.

Dunia mencapai persimpangan jalan baru dengan munculnya wabah, kata Erdogan, mencatat bahwa organisasi internasional gagal menangani krisis yang sedang berlangsung, yang mengekspos kelemahan mereka saat pandemi.

Erdogan menyerukan “dunia lebih besar dari lima” pada pertemuan PBB, serta mengatakan pembentukan tatanan baru berdasarkan keadilan, bukan kekuasaan, untuk memastikan keselamatan dan stabilitas masa depan bersama umat manusia.

“Kecenderungan regionalisasi menjadi semakin penting dalam hubungan internasional,” kata Erdogan, seraya menambahkan arena politik dan ekonomi global telah dibentuk kembali pada saat wabah dan pusat produksi serta logistik dibangun kembali.

Erdogan melanjutkan dengan mengatakan bahwa pemerintah Turki gagal memanfaatkan jendela peluang sebelumnya baik setelah Perang Dunia II dan Perang Dingin, namun, Ankara sekarang bertekad untuk memanfaatkan keunggulan geostrategis dan historisnya di tengah pandemi yang telah merenggut lebih dari 1,25 juta jiwa di seluruh dunia.

Bertindak sejalan dengan kebijakan luar negeri yang berorientasi pada manusia, pemerintah Turki tidak menutup mata terhadap seruan masyarakat yang meminta bantuan di seluruh dunia ketika wabah meningkat, imbuh Erdogan.

Lebih dari 100.000 warga Turki dipulangkan dari total 141 negara sejalan dengan operasi evakuasi Turki.

Sebanyak 5.500 orang asing lainnya dari 67 negara juga dievakuasi atas bantuan Turki.

Selain itu, Turki mengulurkan bantuan kepada 155 negara dan sembilan organisasi internasional yang berjuang untuk mengatasi beban pandemi, menurut Erdogan.

Badan bantuan Turki TIKA, Bulan Sabit Merah Turki, YTB, Turkish Airlines, serta Yayasan Maarif dan Institut Yunus Emre dan kementerian terkait semuanya memainkan peran kunci dan bekerja secara harmonis sambil menjangkau orang-orang yang membutuhkan, tutur Erdogan.

Kebijakan luar negeri Turki

Di antara topik yang disinggung Erdogan adalah perkembangan di zona konflik, termasuk Suriah.

Jutaan orang mengungsi dan ratusan ribu lainnya dibantai setelah meletusnya perang saudara pada 2011 di negara itu.

Presiden mengatakan operasi Turki di Suriah utara memastikan pemulangan yang aman dari sekitar 411.000 warga Suriah ketika operasi militer Ankara membersihkan wilayah teroris YPG/PKK dan Daesh/ISIS.

“Kami menggagalkan tragedi kemanusiaan baru dan masuknya migrasi besar-besaran dengan kehadiran kami di Idlib [provinsi barat laut Suriah],” kata Erdogan, menambahkan bahwa Turki menerima 4,5 juta pengungsi.

Erdogan mencatat bahwa Turki juga melanjutkan upayanya untuk memastikan integritas wilayah dan persatuan politik Suriah.

Mengomentari perkembangan di Libya, di mana pemerintah memerangi militan yang berafiliasi dengan panglima perang Khalifa Haftar, Erdogan mengatakan dukungan Turki ke negara itu atas permintaan pemerintah Libya mencegah kemungkinan perang saudara dan jatuhnya ibu kota Tripoli.

Terkait perkembangan di Mediterania Timur, Erdogan mengatakan Turki tidak dapat membiarkan siapapun mengabaikan hak Turki yang sah di wilayah tersebut.

Kami selalu sabar dan tenang mengenai masalah Mediterania Timur meskipun ada provokasi dari Yunani dan pemerintahan Siprus Yunani, kata Erdogan, seraya menambahkan Turki selalu terbuka untuk negosiasi karena negaranya yakin berada dalam posisi yang benar.

Pemimpin Turki itu juga meminta UE untuk meninggalkan “kebutaan strategis”, yang mendorong Ankara menjauh dari UE dan mengulangi seruannya untuk menyelenggarakan konferensi multinasional termasuk semua negara pesisir bersama Republik Turki Siprus Utara.[fq/anadolu]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: