RIYADH – Arab Saudi telah mengizinkan jamaah internasional untuk melakukan umrah setelah tujuh bulan absen karena wabah virus corona, lapor Anadolu Agency .
Langkah itu adalah bagian dari langkah bertahap Saudi untuk meredakan pembatasan yang diberlakukan untuk membendung penyebaran virus di kerajaan.
Di bawah ukuran baru, 20.000 peziarah dan 60.000 jamaah per hari akan diizinkan untuk melakukan ritual di Masjidil Haram, di mana Ka’bah berada, menurut saluran Al-Ekhbariya yang dikelola pemerintah.
Pada 4 Oktober, otoritas Saudi mengizinkan warga Saudi dan warga asing kerajaan untuk melakukan sholat di Masjidil Haram dengan kapasitas 30% atau 6.000 orang per hari.
Pada 18 Oktober, kerajaan Teluk mengizinkan 15.000 jamaah per hari untuk melakukan umrah dan sholat di Al-Masjid al-Nabawi, atau Masjid Nabawi, di Madinah.
Karena pandemi, haji tahun ini terbatas untuk mereka yang tinggal di Arab Saudi dan jemaah dari luar negeri tidak diterima.
Umrah adalah ziarah Islam ke kota suci Mekkah yang dapat dilakukan umat Islam kapan saja sepanjang tahun.
Arab Saudi telah mendaftarkan 347.282 kasus, termasuk 5.402 kematian, sejak kasus pertama virus korona terdeteksi di kerajaan pada bulan Maret.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran