BEIRUT – Komisi Bantuan Tinggi (HRC) di Lebanon pada hari Selasa mengatakan bahwa ledakan di pelabuhan Beirut pekan lalu menyebabkan kerusakan pada 8.000 bangunan, termasuk 50 bangunan penting secara arkeologi, kantor berita Anadolu melaporkan.
Sekretaris Jenderal HRC Mohammed Khair mengatakan kepada badan tersebut bahwa komisi akan segera menyelesaikan survei kerusakan material yang disebabkan oleh ledakan besar itu. Skala kerusakan bervariasi dari satu daerah ke daerah lain di dalam ibu kota Lebanon, tergantung pada kedekatannya dengan pelabuhan.
Pada Senin malam, Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengumumkan pengunduran diri kabinet dan menyalahkan elit politik negara itu atas krisis yang mempengaruhi negara tersebut.
Lebih dari 200 orang tewas dan 6.000 lainnya luka-luka ketika ledakan besar di pelabuhan Beirut merobek ibu kota pada 4 Agustus. Lebih dari 300.000 orang kehilangan tempat tinggal. Ledakan menghancurkan sebagian besar kota dan mengintensifkan krisis ekonomi dan politik yang telah melanda Lebanon selama berbulan-bulan.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran