KUALA LUMPUR – Negara-negara Barat yang masih dilanda Islamofobia tidak punya tempat untuk memprotes Turki memulihkan Hagia Sophia ke status bersejarahnya sebagai masjid, kata seorang politisi Malaysia terkemuka pada hari Ahad kemarin.
“Negara-negara ini tetap diam ketika Israel berencana untuk menghancurkan Masjid al-Aqsha di Yerusalem.Sekarang mereka memprotes Hagia Sophia yang berfungsi sebagai gereja, ”kata Abdul Hadi Awang, utusan khusus Malaysia untuk Timur Tengah dan pemimpin Partai Islam Malaysia (PAS).
Palestina telah lama mengatakan pekerjaan penggalian Israel di sekitar lokasi titik nyala menunjukkan rencana mereka untuk menghancurkan masjid Al-Aqsha dan membangun kembali Kuil Ketiga di sana.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, Hadi mengatakan bahwa setelah penaklukan Istanbul, Hagia Sophia menjabat sebagai masjid utama kota selama hampir 500 tahun.
Abdul Hadi mengatakan bahwa masjid-masjid Istanbul terkemuka lainnya seperti Masjid Biru, Sehzade, Suleymaniye, dan Rustem Pasha juga terinspirasi oleh Hagia Sophia.
Pada 10 Juli, pengadilan tinggi Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934 yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum, memulihkan statusnya sebagai masjid setelah jeda 85 tahun.
Keajaiban arsitektur di jantung kota Istanbul itu adalah sebuah gereja di era Bizantium tetapi diubah menjadi masjid pada tahun 1453 setelah penaklukan Ottoman atas kota tersebut.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran