GAZA – Gerakan Perlawanan Islam Palestina Hamas menggambarkan tuduhan yang dibuat oleh Duta Besar AS untuk PBB, Kelly Craft, sebagai “kebohongan, rekayasa, dan intimidasi politik”.
Dalam komentarnya kepada Dewan Keamanan PBB, Craft meminta Hamas bertanggung jawab atas kondisi kemanusiaan yang mengerikan di Jalur Gaza, yang telah berada di bawah pengepungan ketat Israel sejak 2006 setelah gerakan itu memenangkan pemilihan umum Palestina yang demokratis.
Juru bicara Hamas Hazem Qasem mengatakan bahwa pernyataan seperti itu bertujuan untuk memperindah citra pendudukan Israel, yang memiliki sejarah kejahatan dan pelanggaran terhadap rakyat Palestina.
Sejak Presiden AS Donald Trump menjabat pada tahun 2017, Amerika telah mempererat hubungannya dengan Israel dan menghentikan bantuan kepada Palestina dan badan PBB yang ditugasi menyediakan layanan bagi para pengungsi Palestina.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran