TUNIS – Pemimpin senior partai Ennahda dan mantan Perdana Menteri Tunisia Ali Al-Areed mendesak Prancis untuk meminta maaf atas pendudukannya yang telah membahayakan kepentingan Tunisia, Al-Quds Al-Arabi melaporkan kemarin.
Al-Areed di akun twitternya menulis: “Mengusulkan masalah hari ini dan di tengah-tengah iklim ini akan membahayakan kepentingan Tunisia serta hubungan kita dengan Prancis, masyarakat Prancis dan menyebabkan kontroversi atas hubungan kita.”
Dia menambahkan: “Perancis adalah sekutu pertama bagi Tunis, penyedia pertama dan investor pertama. Sekitar satu juta warga Tunisia tinggal di Prancis. “
Pernyataannya itu disampaikan ketika parlemen kemarin memperdebatkan mosi yang menyerukan Prancis, yang menduduki negara itu antara tahun 1881 dan 1956, untuk meminta maaf atas kejahatan yang dilakukan selama dan setelah penjajahan.
Teks itu, media Tunisia melaporkan, menyerukan Prancis untuk meminta maaf atas pembunuhan … pemerkosaan … penjarahan sumber daya alam dan daftar kejahatan lain yang dilakukan sejak 1881, termasuk mendukung mantan diktator Tunisia Zine El Abidine Ben Ali.[fq/alqudsalarabi]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran