BERLIN – Masjid-masjid di Jerman akan dibuka kembali untuk jamaah akhir pekan depan, menyusul keputusan pemerintah yang meringankan pembatasan coronavirus di negara itu.
Dewan Koordinasi Muslim Jerman (KRM) telah mengumumkan pada hari Jumat bahwa sebagian besar masjid akan dibuka kembali pada atau setelah 9 Mei, tetapi shalat berjamaah akan diadakan dengan peserta yang lebih sedikit dan dalam kondisi tertentu.
Muslim akan dapat melakukan shalat subuh, zhuhur dan ashar di sebagian besar masjid, tetapi pertemuan komunal untuk shalat Jumat, atau shalat malam khusus (Tarawih) yang dilakukan selama bulan suci Ramadhan, akan terus ditunda.
Para jamaah akan diminta untuk menjaga jarak sosial, memakai masker dan membawa karpet sendiri untuk shalat di masjid-masjid guna meminimalkan risiko infeksi.
Pemerintah Jerman pada hari Kamis memutuskan untuk mencabut sejumlah tindakan penguncian coronavirus, dan mengizinkan layanan ibadah di masjid, gereja, dan sinagog asalkan mereka mematuhi persyaratan kebersihan dan jarak sosial.
Negara ini memiliki jumlah kasus coronavirus novel terbanyak keenam di dunia, tetapi telah berhasil memperlambat penyebaran virus dalam beberapa pekan terakhir, berkat langkah-langkah penguncian ketat yang diberlakukan pada bulan Maret.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran