Home » Kondisi Umat » Amnesty International: Rezim Suriah dan Pasukan Rusia Lakukan Kejahatan Perang di Suriah

Amnesty International: Rezim Suriah dan Pasukan Rusia Lakukan Kejahatan Perang di Suriah

LONDON – Rezim Suriah dan pasukan Rusia telah melakukan setidaknya 18 serangan yang didokumentasikan terhadap target sipil dan non-militer selama tahun lalu yang hal itu merupakan kejahatan perang, kata organisasi HAMa yang berbasis di Inggris Amnesty International.

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan kemarin, kelompok HAM itu mengatakan serangan tersebut dilakukan oleh rezim dan sekutunya Rusia terhadap fasilitas medis dan pendidikan antara Mei 2019 hingga Februari 2020 di provinsi barat laut Idlib.

Serangan terdiri dari tiga serangan darat dan dua serangan bom barel oleh pasukan rezim Suriah, dan 13 serangan lainnya oleh serangan udara – dua di antaranya dilakukan oleh rezim, tujuh oleh pasukan Rusia dan empat oleh kedua sekutu. Mayoritas serangan ini, menurut Amnesty, dilakukan pada bulan Januari dan Februari tahun ini dan “membuat warga sipil di daerah-daerah yang dikuasai oposisi di Suriah barat laut mengalami gelombang kengerian baru,” sebagai bagian dari putaran terbaru ofensif rezim untuk menangkap provinsi yang merupakan kubu utama terakhir dari oposisi Suriah.

Serangan rezim Suriah dan pembomannya terhadap penduduk sipil Idlib, yang diluncurkan pada April 2019, muncul pada bulan Februari tahun ini ketika pasukan rezim menewaskan 34 tentara Turki, menyebabkan militer Turki menghukum keras rezim Suriah dan memaksanya untuk menghentikan serangan. Kesepakatan kemudian dicapai antara Turki dan Rusia, sekutu Suriah, untuk menegakkan gencatan senjata dan membangun zona aman di sepanjang jalan raya M4 yang strategis.

Sejak itu, bentrokan pecah dan penembakan telah dilakukan dari pasukan rezim dan pasukan oposisi, tetapi gencatan senjata belum secara resmi dinyatakan rusak.

Amnesty menyatakan bahwa bukti dan dokumentasi serangan-serangan ini, dengan banyaknya dokumen yang belum terdokumentasikan, merupakan pelanggaran berat hukum humaniter internasional dan “pelanggaran-pelanggaran ini sama dengan kejahatan perang”.

Di antara contoh kekejaman yang dilakukan dalam serangan terhadap sasaran sipil, adalah dari serangkaian serangan udara Rusia di dekat sebuah rumah sakit di kota Ariha pada tanggal 29 Januari, di mana 11 warga sipil tewas ketika setidaknya dua bangunan tempat tinggal dihancurkan. Contoh lain adalah serangan oleh rezim pada 25 Februari di kota Idlib, di mana tiga orang terbunuh ketika sebuah sekolah dibom oleh amunisi tandan – yang dilarang di bawah hukum internasional.

Rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan sekutunya Rusia telah lama dikenal menyerang sasaran sipil tanpa pandang bulu, tetapi laporan ini adalah info terbaru yang secara resmi mengkonfirmasi serangan tersebut.[fq/memo]

Check Also

Terungkap, 33 warga Afghanistan Sengaja Dibunuh Pasukan Khusus Inggris

LONDON – Sebuah dokumen yang bocor ke publik menyebutkan bahwa pasukan khusus Inggris telah melakukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: