RAMALLAH – Seorang tahanan Palestina berusia 23 tahun dari Ramallah meninggal di penjara Negev Israel pagi ini setelah penundaan pemberian bantuan medis terhadap dirinya, menurut kantor berita Wafa
Jaber Al-Barghouthi jatuh pingsan ketika berada di kamar mandi dan administrasi penjara membutuhkan lebih dari setengah jam untuk memberikan bantuan medis, itupun setelah rekan-rekan tahanannya mulai berteriak dan menjerit meminta bantuan.
Tahanan itu kemudian dinyatakan meninggal, seperti dikonfirmasi Masyarakat Tahanan Palestina (PPS).
PPS mengatakan pihaknya menuding Layanan Penjara Israel (IPS) yang bertanggung jawab atas perbuatan Al-Baghouthi, menuduh pemerintah sengaja menghentikan tanggapan medisnya.
PPS menambahkan bahwa tahanan dari kota Aboud, barat laut kota Ramallah di Tepi Barat pusat itu, diculik oleh pasukan pendudukan empat tahun lalu dan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.
Pada saat kematiannya, ia telah menjalani empat tahun hukumannya di penjara Negev Israel, yang terletak di wilayah yang dianggap Israel sebagai “zona militer” di selatan Gurun Negev di dekat perbatasan Mesir.
Al-Barghouthi adalah warga Palestina ke-273 yang tewas di penjara-penjara Israel sejak pendudukan Israel tahun 1967 di Yerusalem Timur.[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran