GAZA – Kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyah, mengatakan bahwa Hamas itu tidak akan meninggalkan tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel atau negara-negara Arab, sembari menyerukan pejabat Arab dan organisasi populer untuk memikul tanggung jawab mereka terhadap para tahanan.
Haniyah membuat pernyataan itu selama dua panggilan telepon dengan Presiden Arab dan Forum Internasional Keadilan untuk Palestina, Maan Bashour, dan Koordinator Umum Kongres Islam Nasional, Khaled Al-Sufyani, di mana ia membahas sejumlah masalah termasuk kondisi tahanan Palestina yang ditahan di Israel dan Arab Saudi.
Haniyah juga membahas perkembangan terbaru dalam arsip Palestina termasuk yahudi Israel dan rencana penyelesaian di Yerusalem dan wilayah Palestina lainnya, terutama setelah pengumuman “kesepakatan abad ini” AS.
Haniyah juga membahas kondisi Palestina di Jalur Gaza yang terkepung terutama setelah pecahnya coronavirus serta upaya Hamas untuk menghadapi pandemi.
Dia menekankan keinginan Hamas untuk mengakhiri perpecahan, menyatukan jajaran Palestina dan mengaktifkan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).[fq/memo]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran