Home » Kondisi Umat » Bentrokan Berlanjut di Yaman Meskipun Ada Gencatan Senjata

Bentrokan Berlanjut di Yaman Meskipun Ada Gencatan Senjata

SANAA – Setidaknya 38 pemberontak Houthi tewas pada hari Sabtu lalu dalam bentrokan dengan pasukan pemerintah meskipun gencatan senjata dicapai awal pekan ini, menurut media setempat.

Yasir al-Harisi, seorang kolonel dari tentara Yaman yang didukung koalisi Saudi, mengatakan kepada kantor berita SABA bahwa milisi Houthi terus melakukan pelanggaran gencatan senjata dengan menyerang daerah-daerah.

Tentara Yaman menanggapi serangan yang menargetkan posisi militer mereka di provinsi Saada, dan bentrokan terjadi antara kedua belah pihak.

Al-Harisi mengatakan bahwa selain dari kematian, ada juga banyak anggota milisi yang terluka dan tentara menyita kendaraan dan senjata mereka.

Pada Rabu malam, Koalisi Arab pimpinan Saudi mengumumkan gencatan senjata dua minggu di Yaman dengan kemungkinan perpanjangan. Langkah itu dilakukan untuk mengekang penyebaran virus corona yang telah menewaskan puluhan ribu orang di seluruh dunia.

Yaman sejauh ini mendaftarkan satu kasus virus corona tetapi sistem perawatan kesehatan negara itu telah ditekankan oleh perang saudara yang sedang berlangsung.

Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi yang didukung Iran menguasai sebagian besar negara termasuk ibu kota Sanaa.

Krisis meningkat pada tahun 2015 ketika koalisi militer yang dipimpin Saudi meluncurkan kampanye udara yang menghancurkan yang bertujuan menggulung kembali keuntungan teritorial Houthi.

Puluhan ribu warga Yaman, termasuk warga sipil, diyakini telah tewas dalam konflik itu, yang menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia karena jutaan orang tetap berisiko kelaparan.[fq/memo]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: