KUALA LUMPUR – Malaysia akan menutup negaranya untuk wisatawan dan membatasi pergerakan internal setelah jumlah kasus virus corona di negara itu meningkat pesat, menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara.
Malaysia melaporkan lonjakan penderita Covid-19, dari 125 kasus menjadi 553 kasus, sebagaimana diberitakan kantor berita Reuters.
Hampir dua pertiga kasus itu terkait dengan pertemuan keagamaan Islam, Perhimpunan Tabligh Sri Petaling, yang dihadiri oleh 16.000 orang, 1.500 di antaranya berasal dari negara lain.
Perdana Menteri Muhyiddin Yassin menyampaikan pidato di televisi untuk mengumumkan langkah-langkah penutupan itu, yang akan berlaku mulai Rabu (18/03) hingga 31 Maret mendatang.
Sekolah dan universitas akan ditutup, begitu juga badan pemerintahan dan perusahaan swasta, kecuali mereka yang menyediakan layanan penting, kata Muhyiddin.
Orang asing tidak akan diizinkan masuk ke negara itu dan warga negara Malaysia tidak akan diizinkan untuk ke luar negeri.
“Tindakan ini harus diambil oleh pemerintah untuk membendung penyebaran pandemi yang dapat merenggut nyawa rakyat negara kita,” kata Muhyiddin.
Kasus Covid-19 di Malaysia tertinggi di Asia Tenggara.
Sejauh ini, 338 kasus Malaysia dikaitkan dengan pertemuan keagamaan di sebuah masjid di Kuala Lumpur antara 28 Februari hingga 1 Maret.
Dari 14.500 warga Malaysia yang menghadiri acara itu, baru 7.000 orang yang mengajukan tes kesehatan, meskipun telah berulang kali diminta oleh pejabat pemerintah dan agama, kata menteri kesehatan.[fq/bbc]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran