Home » Kondisi Umat » Hamas: Darah Syuhada adalah Bahan Bakar Perlawanan Menuju Pembebasan

Hamas: Darah Syuhada adalah Bahan Bakar Perlawanan Menuju Pembebasan

GAZA – Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyatakan berduka atas gugurnya Maher Ibrahim Za’atira pada Sabtu (22/2/2020). Pemuda berusia 33 tahun ini gugur setelah ditembak pasukan penjajah Israel di pintu al-Asbat di al-Quds. Hamas menegaskan bahwa kota al-Quds dan warga akan tetap menjadi bahan bakar bagi perlawanan.

Pernyataan Hamas ini dikeluarkan untuk menanggapi kematian Maher Za’atira, yang ditembak pasukan penjajah Israel, hari Sabtu kemarin, dengan dalih dia berupaya melakukan penikaman pada sejumlah anggota pasukan penjajah israel di Kota Tua al-Quds yang diduduki penjajah Israel.

Gerakan Hamas menegaskan bahwa tindakan penjajah Israel yang menangkap ibu dan saudara kandung korban adalah “bukti ketidakberdayaan penjajah Israel dan kebangkrutannya dalam menghadapi ketabahan dan kepahlawanan rakyat Palestina.”

Gerakan Hamas mengatakan, “Kota al-Quds dan para pahlawannya akan tetap menjadi tema perjuangan. Rumah-rumah warga al-Quds adalah parit-parit terdepan untuk membela Al-Aqsha. Anak-anak mereka adalah garda terdepan bangsa yang masih mengelilingi Al-Aqsha dan melindungi tempat-tempat sucinya dari penodaan penjajah Israel dan para pemukimnya.”

Hamas menegaskan, “Darah para syuhada adalah bahan bakar bagi perlawanan dan untuk melanjutkan jalan menuju pembebasan tanah dan tempat-tempat suci.”

Gerakan perlawanan Palestina ini menekankan bahwa “Kesombongan penjajah Israel dan arogansinya tidak akan mampu menghancurkan kehendak rakyat Palestina yang heroik, yang akan terus melanjutkan perlawanan untuk menggagalkan deal of century dan proyek pencaplokan ekspansionis yang dilakukan penjajah Israel. [fq/pip]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: