BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home » Kondisi Umat » Syaikh Ikrima Shabri: Tak Ada Kata Menyerah Kepada Penjajah Israel

Syaikh Ikrima Shabri: Tak Ada Kata Menyerah Kepada Penjajah Israel

Syaikh Ikrima Shabri, Kepala Lembaga Tinggi Islam di Al-Quds mengatakan, keputusan deportasi dirinya oleh penjajah Israel dari Masjidil Aqsha merupakan keputusan ilegal, rasial dan dzalim, ditegaskan bahwa dirinya tak akan pernah menyerah.

Shabri menegaskan dalam wawancara khusus dengan Pusat Informasi Palestina, Sabtu (25/1), “Keputusan ini bertentangan dengan hak beribadah yang dijamin undang-undang agama dan norma internasional.”

Penjajah Israel menerbitkan keputusan ini dalam upaya baru mengisolasi para pembela Masjidil Aqsha, sebagai keputusan rasial tak berdasar, tutur Shabri.

Semua kebijakan Israel terhadap hak Masjidil Aqsha bertujuan mengosongkan kota Al-Quds dari semua bentuk dan symbol Islam, ungkapnya.

Penjajah zionis bertujuan menciptakan ketakutan dalam jiwa kaum muslimin dan warga Al-Quds, supaya enggan berangkat ke Masjidil Aqsha, kata tokoh Palestina ini.

Syaikh Shabri menyatakan, waktu yang diberlakukan untuk mengambil keputusan ini bersamaan dengan konflik yang terus berlangsung di dunia Arab.

Syaikh Ikrima menegaskan dirinya tidak akan menyerah terhadap keputusan Israel, sejumlah pengacara tengah mempelajari keputusan ini dan langkah yang akan diambil dalam menghadapinya.

Pada Sabtu kemarin, penjajah Israel menyerahkan surat keputusan deportasi terhadap syaikh Ikrima Shabri, Khatib Masjidil Aqsha, selama 4 bulan, setelah menggeledah rumahnya dan memintanya untuk menghadap kantor intelijen Israel pada Ahad pagi ini.

Keputusan ini diambil penjajah zionis pasca perlawanan syaikh Shabri terhadap keputusan deportasi yang lalu, dan beliau masuk ke Masjidil Aqsha untuk menunaikan shalat Jumat, meski pihak kepolisian Israel mencegahnya masuk.

Pada Ahad lalu, pihak kepolisian Israel menyerahkan surat deportasi dari Masjidil Aqsha yang berakhir pada 25 Januari kemarin, dengan tuduhan melakukan provokasi saat menjadi khatib Jumat.

Namun syaikh Shabri menolak tuduhan provokai, dan ditegaskan bahwa dirinya menjelaskan hukum syariat, dan sikap Islam terhadap kejahatan penjajah Israel terhadap Al-Quds dan Palestina.

Syaikh Shabri mengingatkan dalam khutbah Jumatnya pekan lalu, untuk mewaspadai eskalasi serbuan Israel terhadap Masjidil Aqsha, dan kejahatan polisi Israel terhadap jamaah dan pegawai masjid. [fq/pip]

Check Also

hagen

Pelaku Pembakaran Masjid di Jerman Dihukum 3,5 Tahun Penjara

JERMAN – Pelaku pembakaran sebuah masjid di Kota Hagen, negara bagian Rhine-Westphalia Utara, Jerman, dijatuhi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *