Lebih dari 20.000 warga sipil telah meninggalkan kota Idlib di Suriah barat laut, berlindung di dekat perbatasan Turki dalam beberapa hari terakhir, menurut kepala Kelompok Koordinasi Respons Suriah.
Mohammad Hallaj, direktur kelompok itu, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa gelombang baru pengungsi telah datang selama dua hari terakhir, di tengah pemboman oleh pasukan yang bersekutu dengan rezim Bashar Assad meskipun daerah itu merupakan zona de-eskalasi.
Pemboman oleh pasukan yang didukung Rusia dari rezim Bashar Assad di Suriah telah menggusur lebih dari 379.000 warga Suriah sejak November lalu.
Karena meningkatnya populasi pengungsi, tenda-tenda di Idlib gagal memenuhi kebutuhan warga Suriah yang kelelahan karena tidak ada cukup ruang untuk mendirikan lebih banyak tenda. Ribuan keluarga saat ini sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Sejak itu, lebih dari 1.300 warga sipil telah tewas dalam serangan oleh rezim dan pasukan Rusia di zona de-eskalasi ketika gencatan senjata terus dilanggar.
Lebih dari satu juta warga Suriah telah bergerak di dekat perbatasan Turki karena serangan hebat selama setahun terakhir.[fq/aa]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran