SWEDIA – Kelompok-kelompok sayap kanan di Swedia memunculkan kebencian secara online dengan menyerukan orang membakar masjid dan membantai umat Islam, menurut sebuah laporan dari majalah Expo.
Majalah ini berhasil mendokumentasikan korespondensi dari 11 kelompok tertutup berbeda yang digunakan oleh kelompok kanan jauh yang diikuti oleh 44.000 orang – dan bahkan termasuk komentar dari anggota partai Demokrat Swedia yang dikenal karena retorika anti-migrasinya.
Menurut laporan itu, target utama kelompok tersebut adalah Muslim diikuti oleh migran, orang kulit hitam dan beberapa politisi kiri Swedia.
Pos-pos dalam kelompok-kelompok ini sebagian besar menyerukan pembunuhan Muslim di Swedia, membakar masjid dan memberondong jamaah dengan peluru.
Perdana Menteri Stefan Lofven, kepala Partai Sosial Demokrat Swedia, disebut oleh kelompok itu sebagai pengkhianat yang harus dibunuh.
Psikolog Katie Cohen mengatakan bahasa yang digunakan dalam kelompok-kelompok ini menyerupai retorika yang digunakan oleh Nazi selama Perang Dunia II dan pelaku Genosida Rwanda.
Cohen mengatakan komentar semacam itu dapat meradikalisasi beberapa orang untuk melakukan tindakan kekerasan, namun itu tidak berarti bahwa semua anggota kelompok ini akan berubah menjadi aksi kekerasan.
Mikail Yuksel, seorang politikus kelahiran Turki yang mendirikan Partai Beragam Warna di Swedia, mengatakan laporan itu mengkhawatirkan dan mengatakan para rasis sudah mulai lebih terorganisir melalui internet.
Mengacu pada serangan Christchurch di Selandia Baru di mana lebih dari 50 Muslim ditembak mati oleh seorang supremasi kulit putih dan serangan masjid di ibukota Norwegia Oslo, Yuksel mengatakan para penyerang dipengaruhi oleh posting media sosial yang provokatif dan mulai memandang Muslim sebagai target yang harus dihilangkan.[fq/aa]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran