Home » Kondisi Umat » Pemukim Zionis Yahudi Aniaya Bocah Palestina Saat Main Bola

Pemukim Zionis Yahudi Aniaya Bocah Palestina Saat Main Bola

HEBRON – Seorang pemukim Zionis bersenjata menyerang seorang anak laki-laki Palestina yang bermain sepak bola di lingkungan Al-Sahla di Kota Tua Hebron, di Tepi Barat selatan Senin pagi (2/3)

Menurut sumber-sumber lokal menyebutkan, pemukim itu mengarahkan senjatanya ke arah anak Ahmad Al-Qaoud dan secara verbal melecehkannya, mengancamnya dengan kematian. Padahal ia sedang bermain sepak bola bersama sekelompok anak-anak lain di lingkungan wilayah Al-Sahla di Kota Tua

Tindakan pemukim itu dilakukan di depan pandangan dan pendengaran tentara Israel yang sedang teekonsentrasi di wilayah Almani militer Zionis di dekat Dari Masjid Ibrahimi.

Sebelumnya, tentara penjajah Israel melepaskan tembakan ke arah mata dan dahi seorang bocah Palestina saat dia pulang dari sekolahnya di kota Issawiya di al-Quds yang diduduki penjajah Israel. Pada pertengahan Februari lalu. Akibatnya sungguh mengejutkan. Seperti petir yang menyambar. Dan merenggut penglihatan mata kirinya.

Yang menjadi korban kali ini adalah bocah al-Quds bernama Malik Issa. Bocah berusia 8 tahun itu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Hadassah Ein Karem di al-Quds. Hasilnya sungguh sangat mengejutkan. Malik tidak akan dapat melihat dengan mata kirinya. Sehari setelah tertembus peluru penjajah Israel yang menyebabkan kerusakan pada mata dan beberapa kerusakan pada kepala.

Rabu pekan lalu, Malik menjalani operasi yang kedua kalinya. Sebagai upaya untuk memperbaiki luka dalam yang disebabkan oleh cedera pada mata bagian bawah.

Mahmoud Issa – paman anak Malik Issa – mengatakan, situasi fisik dan psikologis yang dialami kedua orang tua Malik Issa sangat sulit. Keduanya tidak tidur. Mereka harus bergadang menjaga istirahat anaknya, meskipun dia masih tidak sadarkan diri karena di bawah pengaruh bius. Mereka tetap bergadang menjaganya karena khawatir sakit yang mungkin dialaminya saat dia sadar sepenuhnya, sementara dia kehilangan penglihatannya.

Dia menegaskan bahwa para penyelidik penjajah Israel “datang ke rumah sakit dan mewawancarai anggota keluarga untuk mengetahui semua detail yang terjadi pada hari kejadian tersebut. Para penyidik penjajah Israel berusaha membalikkan fakta. Mereka mengatakan bahwa cedera Malik adalah akibat terkena batu dan bukan karena terkena peluru.

Mahmoud Issa, paman Malik, membantah semua upaya yang berusaha diklaim oleh penjajah Israel tersebut. Dia menegaskan bahwa pihaknya memiliki bukti peluru yang mengenai Malik.

Patut dicatat bahwa pada tanggal 15 Februari lalu, Malik meninggalkan sekolahnya bersama dengan dua saudara perempuannya menuju rumah kakeknya, seperti yang biasa dilakukan di Issawiya. Setelah itu, ibu mereka datang dan membawa mereka pulang ke rumah.

Mereka turun dari bus dan pergi ke toko “sandwich”, yang terletak di seberang rumah kakek mereka.

Malik mengambil sandwich-nya terlebih dahulu. Dia berdiri di depan toko, menunggu kedua saudara perempuannya. Tiba-tiba sebuah peluru karet Israel mengenai dia.

Malik terkena tembak peluru karet di kepalanya. Dia jatuh ke tanah. Darah deras memenuhi wajahnya. Dari situ diketahui bahwa dia terkena tembak di dahinya. Tepatnya di atas hidung, dekat dengan mata.[fq/pip]

Check Also

Prancis, Inggris, dan Jerman Serukan Diakhirinya Perang di Gaza

Para pemimpin kelompok E3 yang terdiri dari Prancis, Inggris, dan Jerman pada hari Jumat menyerukan ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: