Jumlah korban tewas akibat pemboman Israel terhadap sekolah milik PBB yang menampung pengungsi Palestina di Jalur Gaza tengah meningkat menjadi 22 orang, kata Kementerian Kesehatan pada hari Senin, Anadolu Agency melaporkan.
Setidaknya 102 orang lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan Sekolah Abu Oreiban yang dikelola oleh Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Kamp Pengungsi Nuseirat pada hari Ahad, Kementerian menambahkan dalam sebuah pernyataan.
Menurut para saksi, beberapa anak-anak dan perempuan termasuk di antara korban.
Tentara Israel mengakui serangan tersebut, mengklaim bahwa sekolah tersebut berfungsi sebagai tempat persembunyian dan infrastruktur operasional untuk serangan terhadap pasukannya.
Serangan terhadap sekolah pada hari Ahad terjadi satu hari setelah sedikitnya 90 orang tewas dan hampir 300 lainnya terluka dalam serangan Israel terhadap “zona kemanusiaan” bagi pengungsi Palestina di Jalur Gaza selatan.
Mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal yang terus berlanjut di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Hampir 38.700 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan lebih dari 89.000 orang terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Lebih dari sembilan bulan setelah serangan Israel, sebagian besar wilayah Gaza menjadi reruntuhan di tengah blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.
Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang keputusan terbarunya memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari 1 juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum negara itu diinvasi pada tanggal 6 Mei.[fq/anadolu]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran