Setelah sebulan berpuasa, ribuan Muslim Australia berkumpul di Christchurch pada hari Ahad kemarin untuk perayaan `Idul Fitri terbesar di South Island.
Acara gratis ini diselenggarakan oleh Pusat Budaya Amal Asturlab yang berbasis di Christchurch dan acara termasuk musik, lukisan henna, hiburan anak-anak, dan kedai makanan.
Sisters Narges dan Yekta Ghorbani, dua suster Iran yang tinggal di Christchurch, hadir untuk merayakan pesta, Stuff melaporkan.
“Sebagai Muslim kami ingin ikut,” kata Narges. “Ini waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam.”
Acara tersebut tidak terbatas pada umat Islam saja karena pengemudi kurir non-Muslim asal Sudan Daniel Teklay juga hadir dan menikmati acara yang “indah” tersebut.
“Ada banyak orang, banyak makanan, musik, bagus,” kata Teklay.
Setelah doa khusus untuk menandai hari itu, perayaan dan kegembiraan dimulai dengan kunjungan ke rumah teman dan kerabat.
Australia merayakan `Idul Fitri pada hari Sabtu, 22 April, menandai akhir Ramadhan.
Di Canberra, umat Islam juga berkumpul untuk berdoa, berpesta, dan merayakan akhir bulan Ramadhan dengan shalat Ied khusus di masjid-masjid Canberra dan di Sekolah Taqwa di Moncrief..
“Saya pikir ini memberikan pesan tidak hanya tentang puasa dan shalat, tetapi juga tentang bagaimana perasaan komunitas dan komunitas Muslim yang kelaparan di seluruh dunia,” kata Presiden Asosiasi Islam Dr. Abdul Hakim, Canberra Times dilaporkan.
Seperti banyak keluarga Muslim lainnya, Maryam Hassan memastikan untuk membawa ketiga anaknya ke masjid untuk bertemu dengan teman-temannya setelah waktu favoritnya dalam setahun.
“Setiap tahun kami hanya menunggu bulan ini karena kami bisa melihat komunitas berkumpul. Kita bisa merayakan Ramadhan, kita bisa pergi ke Masjid, kita bisa berdoa bersama dan itu pengalaman yang sangat bagus,” kata Hassan.
“Anda bisa melihat keharmonisannya. [Anak-anak] semua menunggu hari ini karena mereka juga mendapat sedikit uang.”
Putri Hassan, Mishaal, 17 tahun, mengenakan pakaian baru khusus untuk Idul Fitri, sementara tangannya dicat dengan henna.
“Menurut saya bagus untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, waktu untuk berkumpul dan merenungkan diri sendiri. Sudah waktunya bagi Anda untuk memperbaiki diri sendiri, ”katanya.
Islam di Australia adalah afiliasi agama minoritas. Menurut Sensus 2021 di Australia , jumlah gabungan orang yang mengidentifikasi diri sebagai Muslim di Australia, dari semua bentuk Islam, berjumlah 813.392 orang, atau 3,2% dari total populasi Australia.
Total populasi Muslim itu menjadikan Islam, dalam semua denominasi dan sektenya, kelompok agama terbesar kedua di Australia, setelah semua denominasi Kristen.[fq/aboutislam]
TemanAlQuran.com Hidup Mulia Bersama Quran