Home » Dauroh Al-Quran » Kota Tua nan Istimewa

Kota Tua nan Istimewa

IMG_8762Suatu ketika sepulang dari masjid Krakow, Aku berbincang sekejap dengan sist Anetta. “Maafkan diriku yang mesti pindah kembali mengikuti tugas ‘boss’, sehingga meninggalkanmu disini.”

Anetta tersenyum tulus seraya menjawab dengan yakin, “Aku memahami tugasmu. Aku yakin bahwa kita pun sama-sama ‘merasakan banyak kejutan takdirNYA’, namun semua akan baik-baik saja selama Allah SWT di hati kita.”

“Kita akan pergi ke suatu tempat lainnya kelak, dan ujung pelabuhan terakhirnya adalah sama, yah kan sist?” Sambungnya, pelukan kami amat erat, wujud ikatan ukhuwwah Islamiyah nan erat. “Allah, jagalah saudariku ini…” tiada henti doa teruntai untuknya.

____________________________________________________________

IMG_9949

Beberapa tahun ini kami memendam kerinduan namun dapat bersapa melalui media sosial. Suatu hari jemarinya bertutur, “Jangan lupa berkirim doa, itulah yang menyatukan.” kalimat itu ‘copy – paste’ dari ceramahku saat disana. Ia tertawa lucu, menggodaku dengan ‘cara copy-paste’nya.

Tak banyak muslimah sepertinya yang bisa tegar di tempat kelahirannya, Kota Tua Krakow. Dua puluh lebih sahabat muallafku memilih berhijrah ke negara tetangga. Jerman, Prancis dan UK merupakan pilihan tempat mereka berkarir. Walhamdulillah enam tahun bukanlah masa yang pendek, perubahan besar terjadi tanpa dapat dibendung lagi.

Walhamdulillah tatkala Anetta mengabarkan tentang kisah cintanya nan pupus, ia meyakinkanku bahwa hal itu merupakan hal terbaik dari Allah SWT. Dengan waktu luang yang lebih banyak seusai kerja di kantor, ia merapikan ruangan Islamic Centre bagaikan rumahnya sendiri. Anetta berkata, “Aku ingin menjadi muslimah yang berbakti. Islam memberikan segalanya dalam hidupku, Apakah hal yang dapat kuberikan untukNYA?! Itulah ingatan dalam jiwaku.” Masya Allah…

Sungguh lega kami sekeluarga saat mendengar kabar-kabar darinya, apalagi mengenai restoran halal kepunyaan brother Imran disana, juga tentang penyembelihan daging nan tetap dilakukan rutin setiap bulan agar stok daging halal tercukupi untuk brothers dan sisters di Kota Tua ini.

____________________________________________________________

Selain kondisi brothers dan sisters nan dirindukan, lapangan bola dan kantin sekolah bang Azzam memiliki kenangan tersendiri. Berkali-kali melihat para pemain bola kelas dunia ‘main santai’ disana tanpa terusik para pewarta.

Masya Allah Kota Tua ini memang istimewa. Aku masih dapat merasakan kelembutan rerumputan di taman samping appartemenku di kala kupejamkan mata mengenangnya. Aku masih ingat akan ratusan artikel terbit nan kutuliskan di dekat jendela balkoniku. Aku pun hafal lekukan, belokan serta rute autobusowy Krakow meski kutinggalkan enam tahun lalu.

Aku masih ingat rutinitas pulang-pergi cek kehamilan semasa Yazzuhud di rahimku, ‘aroma khas’ Park-Wodny, Rondo-rondo, os oswiecenia, Awf, Czesczyny, Galeria Krakowska hingga Nowa Huta nan ‘terkenal super duper mengerikan’ di zaman dahulu kala komunis berkuasa.

Jarak dari rumah ke masjid, nomor tramwajem dan rutenya, nama dokter-dokter keluarga kami, serta jiran terdekat dan teman aktivis gereja disana tetaplah menjadi bagian dari ingatanku. Subhanallah walhamdulillah, Allah SWT jaga daya ingat ini dengan berjuta hikmah tentunya. Masya Allah…

zakopane

Kota Tua nan Istimewa, Aku menyaksikan masyarakat katholik (jiran-jiran nan baik hati) begitu ‘kaffah’ meyakini agama, menolak aib pergaulan bebas dan menjaga kesucian keluarga.

Kota Tua nan Istimewa, Aku menyaksikan puluhan pribumi pencari kebenaran, lalu bersyahadat dengan yakin dan mempelajari kitabullah dengan serius tanda cinta kepada sang Khaliq.

Kota Tua nan Istimewa, Aku menjadi tahu bahwa menabung di bank tidak ribet, tak perlu print-an buku tabungan, tidak ada pembayaran pemeliharaan tabungan sama sekali, namun masyarakatnya tetap lebih menyukai cara konvensional ‘celengan tanah liat’.

Aku menyaksikan bahwa Dia Yang Maha Dekat, Maha Menolong, Maha Membolak-balikkan hati~ memiliki cara terbaikNYA dalam mendidik masyarakat di benua biru ini. Laa ilaha ilallah adalah kalimat yang benar-benar mesti kami praktekkan dengan tegar disini. Allahu Akbar!

Kota Tua nan Istimewa, yang mendewasakan keluarga kami, hingga lebih mantap (biiznillah) untuk menyelesaikan hafalan Al-Quran 30 juz. Aku menyaksikan air mata dan keringat tak pernah kering tanda perjuangan brothers dan sisters asal Suriah, Morocco, Egypt, Libya, Bangladesh, Pakistan, India, dll.

Kota tua nan istimewa, yang mempersaudarakan kami dengan keluarga brother Fatih Yilmas di Turki, dengan keluarga Doctor Hayssam, dengan keluarga brother Imran, keluarga brother Imad dan Rahman asal Gazam dan yang lainnya. MasyaAllah…

Kota Tua Krakow selalu istimewa di hati keluarga kami, tanah kelahiran Ananda Yazzuhud ismail si penyuka keju dan yogurt, yang kini sudah hafal beberapa juz Alquran dan menjadi pecatur internasional. IMG_6912

Kota Tua nan Istimewa karena di sinilah kugenggam salju pertama, kudapatkan arti putih-seputihnya ketika tidak ada padanan putih bersihnya salju nan langsung diturunkan oleh-Nya. Aku menyaksikan burung-burung dara di Kota Tua riang bersenandung, seolah begitu kompak dengan salju nan bertasbih.

Senyum melalui video-call mewakili kenangan itu, ingatlah tentang segala kebaikan di sudut Kota Tua itu, duhai saudaraku… 

Faghfirlana Irhamna yaa Allah… aamiin.

Qur’an surah Ali Imran ayat 104

وَلْتكُنِ مِنْكُمْ اُمَّةُ يَدْعُوْنَ اِلَى الخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِهُوْنَ.

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itu lah orang-orang yang beruntung (Ali Imran :104)

 

Waullahu a’lam.

 

Salam Perjuangan! #always miss you all because ALLAH 🙂 

@bidadari_Azzam, KL awal 2020 , Uhibbukum fillah…

Allah Ta’ala says:

“Only those who are patient shall receive their reward in full, without reckoning.”
< Az-Zumar (39): 10 >
about bidadari_Azzam

Yazzuhud-Polskie

Check Also

Menjadi Guru Pengajar Anak Semasa di Rumah Saat Wabah Covid19 (1)

Anak-anak meniru kita, Kebiasaan baik kita berbuah kecerdasan dan akhlaq terpuji pada anak-anak, Insya Allah...

One comment

  1. Tulisan yang menginspirasi

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: