BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Home » info » Keajaiban Keseimbangan Kata Dalam Al-Qur’an

Keajaiban Keseimbangan Kata Dalam Al-Qur’an

Reminderalways al-quran-1

Bismillah walhamdulillah, sholawat dan salam kepada baginda Rasulullah Shollallohu ‘alayhi wasalam,

AlQuran banyak mengajarkan tentang konsep keseimbangan dalam kehidupan ini.

Seperti keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan dunia dan akhirat, tidak seperti beberapa ajaran lain yg hanya mengutamakan pemenuhan kebutuhan akhirat saja atau malah hanya pemenuhan kebutuhan dunia saja. 

AlQuran juga mengajarkan keseimbangan dalam hubungan antara manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesamanya, tidak hanya dengan Tuhan saja ataupun hanya dengan sesamanya saja. Konsep ibadah pun juga diajarkan untuk dilakukan secara seimbang antara ibadah rohani dan ibadah jasmani, dll. Yang mana semua itu bila manusia tidak melakukannya secara seimbang dapat mengakibatkan ketimpangan-ketimpangan yang dapat berpengaruh tidak baik dalam kehidupannya. Banyak hal di alam semesta ini juga berjalan dengan konsep keseimbangan, yang jika keseimbangan itu terganggu maka bisa berakibat terganggunya pula keserasian alam semesta ini. Masyaa Allah… (ini salah satu ilmu khusus yang sering menjadi mata kuliah-favourite bagi para pembelajar ilmu alQuran)

Konsep keseimbangan ini ternyata juga dilukiskan dalam AlQuran secara menakjubkan dalam susunan kata yang dipakai pada ayat-ayat di dalamnya seperti menurut Dr. Tariq As-Swaidan dan yang tertulis di buku Al I’jas AlAdabiy li Al Quran Al Karim karya Abdurrazaq Nawfal.

Beberapa contoh dari keseimbangan penggunaan kata tersebut adalah :

1. Keseimbangan kata yg bertolak belakang

  • al-Hayâh (hidup) dan al-Mawt (mati), masing-masing disebut 145 kali
  • an-Naf’ (manfaat) dan al-Madharrat (mudarat) masing-masing disebut 50 kali
  • al-Harr (panas) dan al-Bard (dingin) masing-masing disebut 4 kali
  • as-Shâlihât (kebajikan) dan as-Sayyi’ât (keburukan) masing-masing disebut 167 kali
  • at-Tuma’ninah(kelapangan/ketenangan) dan adh-Dhayq(kesempitan/kekesalan), masing-masing disebut 13 kali
  • ar-Rahbah (cemas/takut) dan ar-raghbah (harap/ingin) masing-masing disebut 8 kali
  • al-Kufr (kekufuran) dan al-îmân (iman) dalam bentuk indifinite, masing-masing disebut 8 kali
  • ash-Shayf (musim panas) dan asy-Syitâ’ (musim dingin) masing-masing disebut 1 kali
  • ad-Dunyâ disebut 115 kali dan al-âkhirat disebut 115 kali
  • Malâ’ikat disebut 88 kali dan Syaythân juga disebut 88 kali
  • Penderitaan disebut 114 kali dan kesabaran juga disebut 114 kali

2. Keseimbangan jumlah kata dengan sinonimnya (dua kata yg artinya sama)

  • al-harts dan az-Zirâ’ah(membajak/bertani) masing-masing disebut 14 kali
  • al-uhb dan adh-Dhurur(membanggakan diri/angkuh) masing-masing disebut 27 kali
  • al-‘Aql dan an-Nûr (akal dan cahaya) masing-masing disebut 49 kali
  • al-Jahr dan al-‘Alaniyah(nyata), masing-masing disebut 16 kali
  • Zakat disebut 32 kali dan Barokah juga disebut 32 kali

3. Keseimbangan antara jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya

 

  • al-Infaq (infak) dengan ar-Ridhâ (kerelaan), masing-masing disebut 73 kali.
  • al-Bukhl (kekifiran) dengan al-Hasanah (penyesalan) masing-masing disebut 12 kali
  • al-Kâfirûn (orang2 kafir) dengan an-Nar/al-Ahraq(neraka/pembayaran) masing-masing disebut 154 kali
  • az-Zakâh (zakat/penyucian) dengan al-Barâkat (kebajikan yg banyak) masing-masing disebut 32 kali
  • al-Fâhisyah (kekejian) dengan al-Ghadb (murka), masing-masing disebut 26 kali

4. Keseimbangan jumlah kata dengan kata penyebabnya

 

  • al-Isrâf (pemborosan) dengan as-Sur’ah (ketergesa-gesaan) masing-masing disebut 23 kali
  • al-Maw’izhah(nasihat/petuah) dengan al-Lisân (lidah), masing-masing disebut 25 kali
  • al-Asrâ (tawanan) dengan al-Harb (perang) masing-masing disebut 6 kali
  • as-Salâm (kedamaian) dan at-Thayyibât (kebijakan) masing-masing disebut 60 kali

 

5. Keseimbangan khusus

 

  • Kata yawm (hari) dalam bentuk tunggal disebut sejumlah 365 kali sebanyak hari-hari dalam setahun
  • Kata hari yg menunjuk pada bentuk plural (ayyâm) atau dua (yawmayni) jumlah keseluruhannya hanya 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam sebulan
  • Kata yg berarti “bulan”(syahr) hanya terdapat 12 kali, sama dg jumlah bulan dalam setahun
  • Kata yg menunjuk pada utusan Tuhan, baik rasûl(rasul), atau nabiy(nabi), atau basyir (pembawa berita gembira), atau nadzîr(pemberi peringatan), keseluruhannya berjumlah 518 kali. Jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul, dan pembawa berita tsb, yakni 518 kali.

S u b h a n a l l a h !

Apakah anda akan menganggap hal ini adalah suatu kebetulan yg amat-sangat-terlalu-banget kebetulannya? Sungguh sangat luar biasa, “kebetulan” yg semacam ini tidaklah bisa kita anggap hanya sebagai suatu kebetulan saja. Ada intelegensia di luar jangkauan manusia untuk dapat membuat kebetulan yang seperti itu.

AlQuran diturunkan kepada nabi Muhammad SAW bukanlah seketika, atau seperti sebuah kitab utuh yang “jatuh dari langit”, melainkan diturunkan secara bertahap dalam kurun waktu yg sangat panjang : 22 tahun, 2 bulan, 22 hari dalam kehidupan nabi Muhammad. Banyak diantara ayat-ayat itu diturunkan kepada Rasulullah SAW untuk memberikan jawaban dalam berbagai peristiwa yang terjadi saat itu,  tentu saja tidak dapat diramalkan sebelumnya akan muncul kejadian seperti itu. Mungkin Allah SWT memang sudah merancangnya demikian untuk menepis tudingan orang-orang yang menganggap AlQuran adalah hasil buah pikiran atau rekayasa dari nabi Muhammad SAW semata.

‘Kebetulan’ seperti ini mungkin saja dapat dirancang oleh seorang jenius kalau ayat-ayat itu diberikan oleh nabi Muhammad SAW kepada umatnya secara sekaligus sudah berbentuk buku dengan keseluruhan ayat yang sudah lengkap. Tapi sangat tidak mungkin untuk dapat merancang susunan kata seperti itu dalam keseluruhan AlQuran yg mana ayat-ayatnya diturunkan secara bertahap dalam waktu sangat panjang, dengan banyak ayat yang diturunkan adalah untuk menjawab berbagai masalah yang terjadi dalam lingkungan nabi Muhammad  SAW saat itu.

Semakin mendalam mengkaji karakteristik kitabullah, membaca dan merenungkan ayat-ayatNya, insyaAllah anda merasakan betapa semakin penasaran dan kagum kepada Sang Pemilik Alam Semesta ini, Allahu Robbuna yusahil…aamiin…

Sejarah Islam pernah membahas prihal orang-orang atau kaum yang memusuhi Islam dan tertantang untuk membuat ayat-ayat yang lebih indah dari pada al-Quran, namun tiada berdaya dengan segala keterbatasan akal pikiran. Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi telah membuktikan bahwa AlQuran adalah merupakan kalam Illahi sejati yg diturunkan pada nabi Muhammad SAW untuk disampaikan pada seluruh umat manusia.

“Maha benar Allah dengan segala firman-Nya”

 

Barokallohufeekum!

 

(#rangkuman dari berbagai sumber, @KL, Jumadil awal 1440h)

 

Check Also

ger

Presiden Jerman Kunjungi Masjid, Serukan Toleransi Beragama

BERLIN – Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyerukan peningkatan rasa pengertian dan saling menghormati antar umat ...

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: